Jokowi Minta Layanan Perbankan Capai Pesisir dan Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meninjau Pelabuahan Indonesia 4 saat mencanangkan Gerakan Peningkatan Ekspor 3 Kali Lipat dan Sulawesi Berstandar SNI di Pelabuhan Indonesia 4, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat meninjau Pelabuahan Indonesia 4 saat mencanangkan Gerakan Peningkatan Ekspor 3 Kali Lipat dan Sulawesi Berstandar SNI di Pelabuhan Indonesia 4, Makassar, Sulawesi Selatan, 3 Agustus 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta layanan perbankan diperluas supaya bisa menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pesisir.

    "Yang saya lihat waktu ke daerah, pulau terpencil, fasilitas yang akan kita resmikan tidak ada, ini saya harapkan menjadi sebuah awal, tidak hanya satu kapal BRI tapi ribuan kapal melayani pulau pesisir dan lainnya," kata Presiden saat meresmikan fasilitas layanan perbankan BRI di wilayah Kepulauan Seribu menggunakan Kapal Bahtera Seva I di Pelabuhan Kali Adem, Pluit, Selasa (4 Agustus 2015).

    "Sehingga perputaran uang di daerah terasa dan bisa kita lihat dalam arus uang di perbankan kita, masyarakat pesisir Indonesia masih sedikit yang dilayani perbankan karena keterbatasan akses," kata dia.

    Direktur Bank Rakyat Indonesia Asmawi Syam mengatakan layanan perbankan Teras Kapal disediakan untuk masyarakat pesisir dan nelayan, supaya mereka tidak perlu meninggalkan kapal atau usaha untuk mendapatkan layanan.

    Setiap gerai Teras Kapal menyediakan layanan kasir, pelayanan nasabah, dan mesin pembaca data elektronik atau mesin gesek kartu. Layanan tersebut melayani sejumlah pulau utama di Kabupaten Kepulauan Seribu.

    Presiden mendorong perusahaan perbankan lain menyediakan layanan serupa untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.