Janji Jokowi Soal Industri Kreatif Indonesia, Apa Saja?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat bertemu dengan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, 18 Mei 2015. Presiden membahas pembajakan karya musik di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat bertemu dengan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) dan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, 18 Mei 2015. Presiden membahas pembajakan karya musik di Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Tangerang - Presiden Joko Widodo berjanji akan mendorong perkembangan industri kreatif di dalam negeri. Sebab, industri kreatif bakal menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. "Kita harus membuat pemetaan, 10 tahun ke depan harus seperti apa, dan mana yang harus diperbaiki," kata Jokowi di Indonesia Convention Exhibtion Center, Selasa, 4 Agustus 2015.

    Jokowi melakukan dialog dengan beberapa pelaku industri kreatif yang mewakili bidang film, e-commerce, musikus, karya sastra, dan kesenian lainnya. Untuk industri film, Jokowi berjanji akan membuat sebuah regulasi baru untuk meningkatkan kualitas perfilman Indonesia. "Misalnya, seperti saya kecil, itu ada di tingkatan kecamatan. Nah, kalau sekarang ada bagus. Dan memang harus diadakan kembali supaya daya nonton masyarakat terhadap film lokal meningkat," ujarnya.

    Di bidang e-commerce, Jokowi berjanji akan membuka peluang investasi sebesar-besarnya. "Saya kira ke depan industri kreatif basis teknologi harus ditingkatkan. Untuk anggaran akan diberikan dukungan penuh oleh pemerintah."

    Sedangkan di bidang musik, Jokowi berjanji akan terus memberikan perhatian. Untuk industri kreatif lainnya seperti bidang teater dan seni pertunjukan, Jokowi meminta pihak swasta turut membantu pembangunan gedung teater. "Karena kalau hanya mengandalkan pemerintah, nanti gedung teater yang dibuat akan menjadi tidak sesuai harapan. Karena uangnya lebih banyak yang masuk kantong."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.