Cina dan Singapura Borong Rumput Laut Indonesia Rp 850 M

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumput laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    Rumput laut. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -  Cina dan Singapura memborong rumput laut Indonesia dengan total kontrak dagang sebesar US$ 63 juta, atau senilai Rp 850,19 miliar.

    Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia, dunia mengakui kualitas rumput laut Indonesia. "Dari total ekspor rumput laut dunia, Indonesia mampu menjadi pemasok utama rumput laut dunia dengan pangsa sebesar 26,5 peresn dari total US$ 1,09 miliar permintaan dunia," katanya dalam keterangan tetulis, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Transaksi pembelian rumput laut kering dibeli oleh tiga importir Cina, yakni Green Fresh (Fujian) Foodstuff Co., Ltd., Xiamen DSC Import & Export Co., Ltd., dan Fujian Province LVQI Food Colloid Co., Ltd. dari PT Phoenix Jaya dengan total nilai kontrak  US$ 24,6 juta. Serta pembelian oleh Shanghai Brilliant Gum Co., Ltd. atas produk rumput laut PT Rika Rayhan Mandiri senilai US$ 24 juta.

    Perusahaan lain yang juga tercatat melakukan penandatanganan, yaitu PT Sumber Makmur senilai US$ 5 juta, PT. Agro Niaga senilai US$ 3,4 juta, dan PT. Simpul Distribusi senilai US$ 1 Juta. Sementara perusahaan Singapura Gills & Fins Pte., Ltd. melakukan kontrak kerja sama produk rumput laut dengan PT Jaringan Sumber Daya sebesar US$ 500 ribu.

    Menurut Nus Nuzulia, permintaan dunia tinggi,  terutama produk rumput laut kering, bahan baku makanan olahan, makanan hewan peliharaan, hingga bahan makanan tambahan, pengendalian pencemaran dan bahan kecantikan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha rumput laut untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan kualitas budidaya rumput laut Indonesia. Untuk itu ia meminta meningkatkan produksi produk rumput laut yang bernilai tambah.

    Total ekspor rumput laut Indonesia di tahun 2014 mencapai US$ 226,23 juta. Nilai ini meningkat 39,25 persen terhadap ekspor tahun 2013 yang tercatat sebesar US$ 162,45 juta. Sementara ekspor rumput laut pada periode Januari-Mei 2015 tercatat mencapai US$ 75,73 juta, atau turun 12,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

    Tren ekspor komoditas ini ke dunia selama lima tahun terakhir (2010 hingga 2014) mengalami peningkatan sebesar 11,06 persen. Lima negara tujuan ekspor terbesar rumput laut adalah Tiongkok dengan pangsa ekspor 72,06 persen, Filipina  5,82 persen, Chile 4,89 persen, Korea 4,39 persen dan Vietnam 2,05 persen.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?