Rusuh di Blok Cepu, 80 Laptop Raib  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) I, yang menjadi lokasi kerusuhan di Blok Cepu, Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Unjuk rasa ribuan pekerja proyek minyak Blok Cepu berakhir rusuh, akibatnya kantor serta dua mobil dirusak massa dan produksi minyak Blok Cepu dihentikan. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    Kawasan proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) I, yang menjadi lokasi kerusuhan di Blok Cepu, Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, 1 Agustus 2015. Unjuk rasa ribuan pekerja proyek minyak Blok Cepu berakhir rusuh, akibatnya kantor serta dua mobil dirusak massa dan produksi minyak Blok Cepu dihentikan. ANTARA/Aguk Sudarmojo

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Sekitar 80 unit komputer jinjing atau laptop dikabarkan hilang saat rusuh terjadi di areal sumur minyak Banyuurip, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu kemarin. Pihak Tripatra—subkontraktor yang ditunjuk Exxonmobil Cepu Limited (EMCL) untuk membangun infrastruktur di Blok Cepu—menyebutkan, laptop itu berisi dokumen penting dan harus diselamatkan.

    Menurut juru bicara PT Tripatra, Budi Karyawan, hilangnya laptop diketahui saat dilakukan pendataan di lapangan, pada Ahad, hari ini. Jumlah laptop yang hilang diperkirakan lebih dari 80 unit, berada di perkantoran areal Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 di sumur Banyuurip, Kecamatan Gayam. “Laptop itu, berisi dokumen penting,” ujarnya, Ahad, 2 Agustus 2015.

    Sekarang ini, tim dari EMCL, PT Tripatra, Kepolisian Resor Bojonegoro, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turun di lapangan. Tugasnya, melakukan pendataan secara detail. Mulai dari kerusakan, seperti enam mobil yang rusak dan dibakar, perkantoran yang rusak, pos penjagaan, juga fasilitas umum lainnya. Berapa jumlah kerugian akibat kejadian ini, juga belum didata sepenuhnya.

    Budi mencontohkan, khusus untuk laptop yang hilang, berada di perkantoran. Laptop itu, berisi dokumen bermacam ragam, sesuai dengan keahlian pemiliknya. Antara lain dokumen tentang konstruksi bangunan di EPC-1, instalasi perpipaan, serta data instalasi listrik.

    Soal berapa kerugian akibat kerusuhan, Budi melanjutkan, kemarin ada enam mobil dirusak dan dibakar. Rata-rata mobil tersebut, keluaran tahun 2013 dan 2015, dan masuk kategori baru. Jika dirata-rata satu unit mobil seharga Rp 350 juta, maka untuk kerugiannya sekitar Rp 2 miliar. Padahal, kerusakan terbesar justru pada perkantoran dan juga jaringannya. “Soal total kerugian berapa, masih diidentifikasi,” imbuhnya.

    Pascakerusuhan di areal Blok Cepu, Sabtu malam, kemarin juga dilakukan pertemuan antara pihak EMCL, PT Tripatra, juga dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang diwakili Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial. Pertemuan digelar di Pendopo Bupati Bojonegoro, dan pertemuan akan dilanjutkan Senin esok.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.