Pameran Indonesia di WEM 2015 Digandrungi 600.000 Pengunjun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memperlihatkan proses sablon digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, 22 April 2015. Pameran yang berlangsung dari tanggal 22-25 April tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja memperlihatkan proses sablon digital saat pameran World of Digital Print Expo 2015 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, 22 April 2015. Pameran yang berlangsung dari tanggal 22-25 April tersebut mempromosikan produk teknologi digital printing. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keikutsertaan Indonesia pada pameran universal nonkomersial World Expo Milano (WEM) 2015 mampu menarik lebih dari 600.000 pengunjung untuk mendatangi paviliun Indonesia yang mengusung tema "The Stage of The World".

    "Hingga 26 Juli 2015, total pengunjung yang sudah mendatangi paviliun Indonesia mencapai 624.815 orang," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak saat ditemui di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015.

    Nus menjelaskan, jumlah pengunjung yang mendatangi paviliun Indonesia jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, masih cukup tinggi. Paviliun Indonesia bahkan pada minggu kedua Juni 2015, kunjungan tertinggi mencapai 19.350 orang per harinya.

    "Pada 13 Juni 2015, kunjungan mencapai 19.350 orang. Sementara jika dibandingkan dengan Malaysia, jumlah kunjungan tertinggi sebanyak 16.000 orang per hari," ujar Nus.

    Jumlah kunjungan ke paviliun Indonesia rata-rata per hari mencapai 7.000 orang, sementara pada akhir pekan mencapai 10.000 orang. Sementara untuk Malaysia kunjungan per hari mencapai 8.500 orang dan pada akhir pekan sebanyak 12.000 orang per hari.

    Sementara untuk negara ASEAN lainnya seperti Thailand, rata-rata pengunjung sebanyak 7.500 orang dan pada akhir pekan mencapai 10.000 orang. Vietnam dengan rata-rata pengunjung 5000 orang dan pada akhir pekan sebanyak sebanyak 8.000 orang.

    Untuk Brunei Darussalam, rata - rata pengunjung hanya sebesar 3.500 orang per hari dan pada akhir pekan sebanyak 7.000 pengunjung per hari

    Nus menambahkan, dalam pameran yang sudah berlangsung selama tiga bulan tersebut, perubahan yang ada di paviliun Indonesia cukup signifikan. Paviliun Indonesia juga menampilkan display kepulauan Indonesia yang berisikan rempah-remah khas nusantara.

    "Juga ditampilkan Archipelago Spices atau display kepulauan Indonesia yang berisikan rempah-rempah, yang juga menjadi bagian dari edukasi anak-anak," kata Nus.

    WEM 2015 diselenggarakan selama enam bulan dari 1 Mei hingga 31 Oktober 2015. Partisipasi Indonesia pada WEM 2015 diwakili oleh Koperasi Pelestari Budaya Indonesia (KPBN) pada Expo Milano 2015.

    WEM 2015 akan menempati lahan seluas 110 hektar dengan tema "Feeding the Planet, Energy for life", dan paviliun Indonesia mengusung tema "The Stage of The World" menempati area seluas 1.175 meter persegi

    Pavilun Indonesia akan dibagi dalam lima display zone yaitu, Indonesia yang bercerita tentang Indonesia, key fact, dan Indonesia hari ini, kemudian Pangan dengan cerita tentang rempah-rempah, pemasok kopi, coklat, gula, teh dunia, dan makanan Indonesia di internasional.

    Selain itu, yang ketiga adalah Energi dengan ring of fire, dan sumber panas bumi, kemudian Maritim dengan cerita Marcopolo, dan juga ikan purba, dan yang terakhir Culture dengan menampilkan makanan yang memiliki nilai spiritual di Indonesia.

    Target jumlah pengunjung untuk paviliun Indonesia diperkirakan sebanyak dua juta orang atau 10 persen dari total jumlah pengunjung yang akan mendatangi WEM 2015, dimana sebanyak 145 negara turut serta dalam pameran tersebut dan diperkirakan akan didatangi oleh kurang lebih 20 juta orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.