Jokowi Hadiri Munas VIII HKTI Oesman Sapta Odang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oesman Sapta (Kaos Hitam). ANTARA/Muhammad Deffa

    Oesman Sapta (Kaos Hitam). ANTARA/Muhammad Deffa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Nasional VIII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia 2015 kepemimpinan Oesman Sapta Odang di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

    Presiden tiba di lokasi pukul 09.15 mengenakan jaket putih kombinasi hijau HKTI didampingi oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan.

    Sebelum masuk ke lokasi Munas, Jokowi mengunjungi display produk unggulan HKTI dari seluruh Indonesia, sarana produksi pertanian (saprotan) dan alat mesin pertanian (alsintan) di Arena Munas.

    Ketua Panitia Irjen Pol (Purn) Erwin TPL. Tobing dalam siaran pers di lokasi mengatakan tema Munas adalah "Majukan Pertanian, Berdayakan Petani, Wujudkan Kedaulatan Pangan".

    Munas dihadiri sekitar 700 peserta dari utusan dewan pimpinan nasional (DPN) HKTI, utusan dewan pimpinan HKTI Provinsi dan Kabupaten/Kota utusan Pemuda Tani dan Wanita Tani Serta Fungsionaris HKTI.

    HKTI didirikan pada 1973 sebagai penggabungan aspirasi dari 14 organisasi masyarakat sebagai satu satunya wadah organisasi petani. Sejak awal pendiriannya, HKTI diketuai oleh  oleh Martono yang kala itu sebagai Ketua Warga Tani Kosgoro.

    Jabatan ketua dijabat terus menerus oleh Martono selama 4 periode yang berkhir pada 1994. Lamanya periode kepemimpinan Martono tidak lepas dari campur tangan Presiden Soeharto mengingat Kosgoro termasuk salah satu unsur cikal bakal Partai Golkar.

    Kemudian pada periode 1994-1999 diganti oleh Muh. Ismail (mantan Gubernur Jawa Tengah) dan setelah itu sampai dengan 2004, Ketua Umum HKTI dijabat oleh Siswono Yudo Husodo yang mantan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi jaman Orde Baru.

    Kemudian pada periode 2004-2009 Prabowo Subianto tampil sebagai Ketua. Awal keretakan di dalam tubuh organisasi HKTI tepatnya pada Juli 2010, di Bali sedang diadakan Musyawarah Nasional HKTI ke VII dengan agenda acara utama adalah pemilihan ketua umum untuk periode 2010--2015.

    Pada saat itu terjadi perdebatan seru di antara para peserta Munas ketika dilakukan pemilihan calon ketua secara aklamasi. Sebagian peserta Munas beranggapan bahwa pemilihan ketua secara aklamasi telah melanggar AD/ART.

    Di dalam acara Munas ke VII inilah, HKTI kemudian terpecah menjadi dua kubu, yakni kubu pendukung Prabowo sebagai ketua terpilih, dan kubu lainnya yang diprakarsai oleh calon ketua Djafar Hafsah dan OSO yang sepakat pada keesokan harinya menggelar Munas Tandingan di Hotel Aston Bali. Hasil Munas tandingan tersebut akhirnya memilih Oesman Sapta juga sebagai Ketua HKTI.

    Dengan demikian sejak saat itu, bahtera HKTI memiliki dua nahkoda, yang mana keduanya, masing masing  mengklaim bahwa dirinyalah telah  terpilih sebagai ketua umum HKTI yang sah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.