Rupiah Nyaris Rp 13.500, Pemerintah Salahkan Spekulasi Pasar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian, Sofyan Djalil sebelum mengikuti rapat kabinet yang membahas tentang industri pariwisata nasional di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 24 Juni 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menko Perekonomian, Sofyan Djalil sebelum mengikuti rapat kabinet yang membahas tentang industri pariwisata nasional di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 24 Juni 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs rupiah nyaris menyentuh Rp 13.500 per dolar pada hari ini. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menganggap pelemahan kurs rupiah itu akibat spekulasi pasar.

    "Kondisi yang terjadi saat ini orang berspekulasi kapan the Fed menaikkan tingkat suku bunga. Dan pelaku pasar itu senang sekali dalam ketidakpastian seperti ini melakukan spekulasi," kata Sofyan, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2015.

    Pelaku pasar memang menunggu-nunggu kapan bank sentral Amerika (Federal Reserve Bank atau the Fed) menaikan tingkat suku bunga. Peningkatan suku bunga oleh the Fed diperkirakan akan mendorong para investor untuk memindahkan dananya ke Amerika. Ini membuat rupiah tertekan karena meningkatnya permintaan dolar. "Ini salah satu risiko dalam iklim devisa terbuka," kata Sofyan.

    Meski rupiah tertekan, Sofyan mengatakan secara keseluruhan kondisi ekonomi Indonesia masih oke. Dia menyebut ekspor surplus dan impor berkurang. Kondisi ekonomi di triwulan kedua juga diharapkan bisa lebih baik dibanding triwulan pertama. Pemerintah juga disebutnya terus melakukan upaya-upaya perbaikan ekonomi secara fundamental.

    Perbaikan itu, misalnya, upaya mempercepat proyek infrastruktur, mempercepat investasi, serta memudahkan regulasi. Pemerintah juga memperbaiki perencanaan anggaran untuk tahun depan. "Kami perbaiki secara signifikan. Kemarin kami rapat untuk mengeluarkan perpres untuk mempercepat proyek nasional strategis," kata dia.

    Pemerintah juga mengeluarkan inpres agar semua aparat di bawah presiden bekerja untuk mempercepat penyerapan, mempermudah perizinan, serta memberdayakan pengawasan. Langkah ini diharapkan akan membuat pejabat tidak takut lagi untuk mengeksekusi pelaksanaan proyek. "Ini fundamental sekali," kata dia.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.