Pasar Saham Semakin Terpuruk, PT Wika Realty Tunda IPO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak usaha Wijaya Karya, PT Wika Realty, memutuskan menunda penawaran saham perdana (IPO) dari akhir 2015 menjadi pada 2016 mendatang menyusul belum kondusifnya pasar modal dalam negeri.

    "Rencana IPO resmi kami tunda karena situasi pasar modal yang sedang terpuruk. Jika dipaksakan pada tahun ini tidak akan maksimal," kata Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro, di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2015.

    Menurut Adji, pasar modal Indonesia sedang melesu sejalan dengan kondisi bisnis yang belum menampakkan pertumbuhan ekonomi, serta penyerapan anggaran nasional yang masih rendah. "Dua hal itu (pertumbuhan ekonomi dan serapan anggaran rendah) menyebabkan kemampuan atau daya beli masyarakat semakin rendah," kata Adji.

    Kondisi tersebut tambah Adji, membuat perseroan harus berpikir realitis dengan menunda rencana IPO. "Kalau situasinya sudah lebih bagus, tentu rencana IPO Wika Realty segera kita lanjutkan pada tahun 2016," ujarnya.

    Sedianya pelaksanaan IPO Wika Realty paling lambat Oktober 2015 dengan target perolehan dana Rp1 triliun dari pelepasan 40 persen saham.

    WIKA memiliki saham 85 persen dan karyawan Wika Realty menggenggam 14 persen saham. Namun untuk mengatasi dampak penundaan tersebut, WIKA memberikan suntikan modal sebesar Rp150 kepada Wika Realty untuk memperkuat modal perusahaan terutama untuk peningkatan persediaan lahan (bank land).

    "Dengan injeksi tersebut, diharapkan Wika Realty semakin siap masuk bursa pada tahun depan dengan performa keuangan yang makin meningkat," tegasnya.

    Selain segmen property, Wika Relaty saat ini sedang membidik proyek pembangkit listrik dan pengembangan kawasan industri di Bekasi dan Banten yang luasnya ratusan hektare. "Nilai proyek belum bisa kami ungkapan karena masih dalam tahap penjajakan," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.