Pengusaha Batu Akik Iran Ingin Jajal Pasar Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suvenir untuk peserta peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika berupa kalung batu akik. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Suvenir untuk peserta peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika berupa kalung batu akik. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang unik dalam kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi, ke Kantor Wakil Presiden pada Kamis, 30 Juli 2015. ‎Pria berjambang yang menggunakan kacamata ini tampak menggunakan cincin akik berwarna cokelat di jari manisnya.

    Mohammadi mengatakan bahwa kegemarannya menggunakan cincin akik bukan karena latah dengan kebiasaan orang Indonesia. Justru menurut dia, tradisi tersebut sudah lama ada di negaranya.

    "Iran sama dengan Indonesia, kami juga memakainya. Di sana selain tren, juga sudah menjadi tradisi," kata Mohammadi usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

    Menurut dia, kebiasaan ini datang dari kepercayaan Islam di negaranya. Di Iran sendiri, kata dia, jenis batu hias juga tak kalah dengan di Indonesia. "Mereka memakai berdasarkan akidah dan kepercayaan. Sangat populer, baik untuk laki-laki dan wanita."‎

    Saat ditanya tentang jenis batu akik yang sedang dipakainya, dia hanya menjawab singkat. "Tentu ini batu yang bagus," kata dia. Dia juga hanya tersenyum kecil saat ditanya tentang nilai dari batu tersebut.

    Walaupun sudah mengetahui tren batu akik di Indonesia, Mohammadi mengaku belum melihat dengan jelas bagaimana geliat bisnis yang terjadi di sini. Justru saat ini beberapa pengusaha dari Iran sedang mencoba membawa akik khas negaranya ke Indonesia. ‎

    ‎Hari ini Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Vali‎ollah Mohammadi. Pertemuan selama sekitar setengah jam itu membahas beberapa isu. Selain permasalahan Islam global, mereka membicarakan tentang kerja sama di berbagai sektor, seperti industri keuangan dan teknologi nuklir.

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.