Dapat Wewenang Baru, Bappenas Kebut Proyek Infrastruktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiobal (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago tiba di Gedung KPK, Jakarta, 4 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasiobal (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago tiba di Gedung KPK, Jakarta, 4 Desember 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan studi perencanaan dan persiapan proyek-proyek infrastruktur prioritas 2016 dapat selesai pada Desember tahun ini. Dengan demikian, pengerjaan fisik proyek dapat dimulai sejak awal 2016.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof A. Chaniago di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015 menegaskan Presiden Jokowi telah menetapkan Bappenas sebagai koordinator studi perencanaan proyek-proyek yang akan mensupervisi kementerian/lembaga teknis, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi dalam melakukan studi perencanaan tersebut.

    Studi perencanaan itu akan termasuk pelaksanaan studi kelayakan (feasible study), studi desain rekayasa teknis (detail engineering desain/DED) proyek, juga kelengkapan dokumen-dokumen seperti dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

    Dari sekian banyak proyek, Andrinof memastikan studi persiapan proyek rel kereta api Provinsi Papua sudah memasuki studi kelayakan (feasible study). "Selain proyek itu, ada proyek usulan dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga dan lainnya. Bappenas akan mensupervisi studi perencanaannya," kata dia.

    Sayangnya, Andrinof masih enggan merinci proyek-proyek lainnya yang dianggarkan 2016 dan akan dikaji persiapannya dalam sisa waktu 2015 ini.

    Agar investor lebih tertarik...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.