Aptrindo Protes Truk Luar Jakarta Beroperasi di Priok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan truk peti kemas antre di gerbang Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, 28 Juli 2015. Kegiatan distribusi barang dan peti kemas dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok lumpuh akibat aksi mogok nasional pekerja JICT. TEMPO/Tony Hartawan

    Puluhan truk peti kemas antre di gerbang Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, 28 Juli 2015. Kegiatan distribusi barang dan peti kemas dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok lumpuh akibat aksi mogok nasional pekerja JICT. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta mendesak penertiban armada trucking luar daerah/provinsi yang juga melayani pengangkutan di Pelabuhan Tanjung Priok. Sekretaris Aptrindo DKI Jakarta Maradang Rasjid mengatakan saat ini semakin banyak armada bukan berpelat B beroperasi di Pelabuhan Priok.

    "Mesti ada aturan yang jelas soal armada luar daerah yang operasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Ini menggerus pendapatan usaha trucking yang ada di Jakarta," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu, 29 Juli 2015.

    Dia mengatakan saat ini jumlah trucking pengangkut barang dan peti kemas yang homebase di Pelabuhan Priok sudah terlalu banyak, yakni mencapai lebih dari 18 ribu unit. "Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok perlu melakukan pengaturan terhadap bisnis trucking di Pelabuhan Priok supaya supply dan demand usaha ini bisa terjaga," tuturnya.

    Kendati begitu, Rasjid mengungkapkan hingga saat ini bisnis trucking masih dalam kondisi lesu karena volume muatan belum membaik dari dan ke Pelabuhan Priok.

    Komponen biaya perusahaan trucking tidak bisa dihindari. Antara lain biaya bahan bakar minyak saat operasional mencapai rata-rata 30-40 persen, komisi driver dan tol 10-12 persen, leasing rata-rata 15 persen, biaya depresiasi 10 persen, maintenance 6-8 persen, biaya penggantian ban 6 persen, overhead 8 persen, biaya ansuransi dan koordinasi mencapai 2 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.