Lebaran Usai, Tak Ada Penurunan Harga Bahan Pokok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengemas minyak goreng curah ke dalam bungkus plastik, di Jalan Sederhana Bandung,(2/4). Harga minyak curah setiap harinya mengalami kenaikan dari Rp50  Rp100 per liter, sedangkan harga di pasaran kini Rp11.000 per liter. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pekerja mengemas minyak goreng curah ke dalam bungkus plastik, di Jalan Sederhana Bandung,(2/4). Harga minyak curah setiap harinya mengalami kenaikan dari Rp50 Rp100 per liter, sedangkan harga di pasaran kini Rp11.000 per liter. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan hari pasca Lebaran sejumlah harga kebutuhan pokok masih tertahan di posisi tinggi. Gula dan minyak goreng curah malah mengalami kenaikan harga. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri mengatakan, belum ada penurunan harga bahan pokok sejak H+5 sampai H+9 Lebaran.

    Padahal, kata dia, sebelumnya harga kebutuhan bahan pokok diprediksi mulai turun seminggu setelah Lebaran. Abdullah menyebutkan harga bahan pokok yang masih tinggi a.l. telur ayam, bawang merah, daging sapi, daging kerbau, dan cabe rawit.

    Sedangkan gula dan minyak goreng curah masing-masing mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 per kilogram. Abdullah belum bisa memastikan penyebab masih tingginya harga bahan-bahan pokok tersebut. “Memang stok ini cukup di pasar. Kami juga masih mencari tahu kenapa kenaikan masih berlangsung. Beberapa indikasi awalnya karena daya beli masyarakat masih belum bagus,” kata Abdullah.

    Kendati pada umumnya ketika daya beli turun harga cenderung ikut turun, kondisi tersebut tidak terjadi pada saat ini. Masalah terjadi, lanjutnya, karena pengambilan stok oleh pedagang pasca Lebaran sudah cukup tinggi.

    Dengan adanya penurunan pembelian, para pedagang cenderung bertahan dengan harga atau bahkan menaikkan harga. “Jika harga turun, itu akan berbahaya bagi pedagang karena stok belum habis, itu yang membuat mereka menaikan harga.”

    Abdullah menilai saat ini pemerintah kurang serius melakukan antisipasi kenaikan harga, terutama pasca Lebaran. Saat ini pedagang dibiarkan melakukan distribusi dan penjualan secara mandiri tanpa ada campur tangan pemerintah.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.