Hasil Anev III Eks Kapal Asing Segera Dirilis Akhir Juli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi perairan Polda Sumut dengan kapal patroli berhasil menenggelamkan kapal nelayan asing di perairan Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Kamis 8 Januari 2015. Polda Sumut berhasil menangkap sebuah kapal asing berbendera Malaysia dan mengamankan empat orang ABK berwarganegara Myanmar saat mencuri ikan di wilayah laut Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Polisi perairan Polda Sumut dengan kapal patroli berhasil menenggelamkan kapal nelayan asing di perairan Pelabuhan Belawan Medan, Sumut, Kamis 8 Januari 2015. Polda Sumut berhasil menangkap sebuah kapal asing berbendera Malaysia dan mengamankan empat orang ABK berwarganegara Myanmar saat mencuri ikan di wilayah laut Sumatera Utara. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengumuman hasil analisis dan evaluasi (Anev) kapal perikanan eks asing oleh tim satgas anti illegal fishing jilid III akan segera diumumkan akhir Juli ini.

    Ketua Satgas Anti Illegal Fishing Mas Achmad Santosa mengatakan ada sekitar 32 perusahaan yang akan diumumkan. "Ada 32 perusahaan. Armadanya lebih kecil daripada dua jilid sebelumnya," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

     

    Sebelumnya, dalam dua jilid pengumuman yang telah dilakukan pada awal dan pertengahan Juli kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah membacakan hasil anev terhadap 30 perusahaan.

     

    Akumulasinya, sebanyak 15 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) perusahaan dicabut, 525 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)/Surat Izin Kapal Pengumpul/Pengangkut Ikan (SIKPI) kapal dicabut, serta pembekuan terhadap 4 SIPI/SIKPI kapal.

     

    Nantinya, lanjut Ota, seluruh hasil anev terhadap perusahaan ini akan diumumkan dalam empat jilid. Saat ini, proses penyusunan hasil anev terhadap perusahaan di jilid ke-4 itu masih dilakukan oleh tim satgas.

     

    Total kapal eks asing yang di-anev oleh satgas anti illegal fishing sebanyak 1.132 kapal dari 187 perusahaan. Dari hasil anev yang keluar pada 30 April 2015, sebanyak 907 kapal dari 156 perusahaan terdiskualifikasi karena terbukti melakukan pelanggaran.

     

    Meski demikian, Ota menilai jumlah perusahaan yang terdiskualifikasi ini masih bisa bertambah mengingat saat ini sedang dilakukan pendalaman anev dari sisi perpajakan.

    Anev ini merupakan tindak lanjut terhadap kebijakan moratorium kapal perikanan eks asing yang berlaku hingga akhir Oktober mendatang.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.