Investor Gula Siap Masuk Sulawesi Selatan, Ini Syaratnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh mengangkut tebu hasil panen untuk dikirim ke pabrik gula saat musim giling perdana tahun ini di kelurahan Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Selasa (29/5). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Sejumlah buruh mengangkut tebu hasil panen untuk dikirim ke pabrik gula saat musim giling perdana tahun ini di kelurahan Kedungkandang, Malang, Jawa Timur, Selasa (29/5). ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendorong pemerintah Sulawesi Selatan untuk menyiapkan lahan pembangunan pabrik gula rafinasi berbasis tebu di daerah tersebut. Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, ketersediaan dan kesiapan lahan bakal lebih mempercepat realisasi rencana pembangunan pabrik gula kristal putih berbasis tebu dengan kebutuhan minimal seluas 10 ribu hektare.

    Menteri Saleh menjelaskan, pengembangan pabrik gula yang terintegrasi dengan perkebunan tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah. Ini untuk memperkuat industri sekaligus mengurangi impor raw sugar secara bertahap.

    "Saya siap mendorong investor untuk masuk, asalkan pemerintah daerah bisa menyiapkan lahan minimal 10 ribu hektare," katanya di sela-sela "Pertemuan Saudagar Bugis Makassar" di Makassar, Selasa, 28 Juli 2015.

    Salah satu kabupaten/kota yang berpotensi menjadi lokasi pabrik gula berbasis tebu yakni Takalar. Menurut Saleh, penyerapan investasi untuk pembangunan pabrik gula kristal putih terintegrasi dengan perkebunan tebu Rp 4-5 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.