Hujan Disertai Angin Kencang Landa NTT, Pelayaran Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian puluhan penumpang mudik gratis menggunakan kapal laut memasuki dermaga menuju KM LSJ 501 Dumai di pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi,15 Juli 2015. Setelah tertahan di pelabuhan selama dua malam akibat cuaca buruk para pemudik akhirya diberangkatkan menuju kepulauan Sapeken di Madura. FULLY SYAFI

    Antrian puluhan penumpang mudik gratis menggunakan kapal laut memasuki dermaga menuju KM LSJ 501 Dumai di pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi,15 Juli 2015. Setelah tertahan di pelabuhan selama dua malam akibat cuaca buruk para pemudik akhirya diberangkatkan menuju kepulauan Sapeken di Madura. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Kupang - Angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 28 Juli 2015, menyebabkan sejumlah pelayaran di daerah itu dihentikan sementara.

    "Sebagian pelayaran kami tutup sementara karena cuaca buruk," kata Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Kupang Arnol Jansen kepada wartawan.

    Pelayaran yang ditutup hari ini adalah rute Kupang-Sabu PP dan Kupang-Aimere PP yang rencananya akan dilayani Kapal Motor Pelayaran (KMP) Fery Umakalada dan Ile Ape. Penutupan pelayaran ini, menurut dia, karena tinggi gelombang laut mencapai 3 meter.

    Namun begitu, pihaknya masih membuka pelayaran dengan rute Kupang-Larantuka dan Kupang-Kalabahi yang melewati Selat Ombay. "Dua lintas ini masih beroperasi seperti biasa," katanya.

    Di Sabu Raijua, dua kapal yakni Ile Mandiri dan kapal fery cepat Cantika Expres 77 hanya berlabuh di Pelabuhan Seba karena dilarang berlayar akibat cuaca buruk. "Kami baru akan berlayar pada Sabtu, 1 Agustus 2015 karena angin kencang," kata nakhoda kapal cepat Cantika Expres.

    Akibat penutupan pelayaran ini, sejumlah penumpang yang hendak berlayar dari Kupang ke Sabu dan sebaliknya telantar, sehingga harus mencari alternatif transportasi lain. "Kami mau ke Kupang, tapi pelayaran ditutup. Tiket pesawat juga penuh," kata Joe, warga Sabu yang hendak ke Kupang.

    JOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.