BKPM: Realisasi Investasi Triwulan II 2015 Capai Rp 135,1 T

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bendera Merah Putih terbesar di dunia, dikibarkan di menara Monas saat digelar upacara pencanangan gerakan nasional Bela Negara di Jakarta, 19 Desember 2014. Bendera Merah Putih tersebut berukuran 2.250 meter. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sebuah bendera Merah Putih terbesar di dunia, dikibarkan di menara Monas saat digelar upacara pencanangan gerakan nasional Bela Negara di Jakarta, 19 Desember 2014. Bendera Merah Putih tersebut berukuran 2.250 meter. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi periode triwulan II 2015 atau sepanjang April-Juni mencapai Rp135,1 triliun, naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 116,2 triliun.

    Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis dalam paparan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015, mengatakan capaian tiga bulanan itu kembali mencetak rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia.

    "Realisasi investasi triwulan II 2015 mencapai Rp 135,1 triliun, terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 42,9 triliun (31,8 persen) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 92,2 triliun (68,2 persen)," katanya.

    Azhar menuturkan, realisasi investasi pada triwulan II 2015 itu meningkat 8,4 persen dari triwulan sebelumnya sebesar Rp 124,6 triliun.

    Lima sektor usaha realisasi PMDN yakni industri makanan sebesar Rp 8 triliun; industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi sebesar Rp 7 triliun; listrik, gas dan air sebesar Rp 5,4 triliun); perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 4,3 triliun; serta industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp 3,3 triliun.

    "Apabila industri pengolahan digabung maka industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp 25,6 triliun atau 59,5 persen dari total PMDN," katanya.

    Sementara lima besar sektor usaha PMA yakni transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar US$ 2,2 miliar; pertambangan US$ 1 miliar; konstruksi US$ 0,6 miliar; industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik US$ 0,6 miliar; serta industri mineral nonlogam US$ 0,5 miliar.

    Dalam capaian tersebut, jika seluruh sektor industri digabung maka industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar US$ 2,5 miliar atau 34 persen dari total PMA.

    Ada pun berdasarkan lokasi proyek, lima besar provinsi pilihan investor PMDN dari urutan teratas, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Banten dan Sumatera Selatan.

    Sedangkan lima lokasi teratas untuk PMA yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Banten dan Jawa Timur.

    "Secara sebaran, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar R p74,6 triliun atau 55,3 persen dan realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 60,4 triliun atau 44,7 persen. Ada peningkatan investasi di luar Jawa sebesar 28,2 persen karena periode yang sama tahun lalu sebesar Rp47,1 persen," katanya.

    Lima negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia pada triwulan II 2015 adalah Malaysia US$ 2,3 miliar, Singapura US$ 1,1 miliar, US$ Jepang 0,4 miliar, Amerika Serikat.

    "Penyerapan tenaga kerja pada triwulan II 2015 mencapai 370.945 orang, terdiri atas 147.868 orang untuk proyek PMDN dan 223.077 orang untuk proyek PMA, naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 315.229 orang. Juga naik dari periode yang sama pada 2014 sebesar 350.803 orang," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.