Pemerintah Cina Pacu Pengusaha Berinvestasi di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR, Zulkifli Hasan, menyambut ketua umum Partai Golkar versi munas Ancol, Agung Laksono, di rumah dinas komplek Widya Chandra, Jakarta, 12 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua MPR, Zulkifli Hasan, menyambut ketua umum Partai Golkar versi munas Ancol, Agung Laksono, di rumah dinas komplek Widya Chandra, Jakarta, 12 Maret 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Cina, Yu Zhengsheng, dalam pertemuan dengan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa Pemerintah Tiongkok mendorong para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia.

    "Ini perlu kerja sama. Kalau Indonesia berkembang dengan baik, juga akan bermanfaat bagi Cina," katanya dalam siaran pers MPR yang diterima di Jakarta, Minggu (26 Juli 2015).

    Yu mengakui bahwa Indonesia merupakan negara yang letaknya strategis dan mempunyai sumber daya manusia yang cukup.

    Sementara Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini hubungan Cina dan Indonesia telah genap 65 tahun. Hubungan yang terjalin berkembang di berbagai bidang.

    "Ini sangat menggembirakan," ujarnya.

    Selain itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Indonesia dan Tionghoa, Kiki Bakrie, mengungkapkan bahwa hubungan yang terjalin tersebut telab meningkat pada bidang energi dan sumber daya alam.

    "Bisa terjadi karena hubungan bilateral yang semakin meningkat," paparnya. Ditambahkan kerja sama juga melebar pada bidang pendidikan, militer dan bidang maritim.

    Pada tahun 2013 diungkapkan bahwa Presiden SBY meningkatkan hubungan kedua menjadi strategic partnership menyeluruh. Dengan demikian maka hubungan kedua negara memasuki halaman baru.

    Upaya Presiden SBY ini ditingkatkan dengan langkah Presiden Jokowi yang merancang pembangunan maritim dan meluncurkan jalur sutera Abad XI. Menurut Kiki hubungan kedua negara diharapkan bisa menciptakan stabilitas politik di Asia dan mensejahterakan rakyat kedua negara.

    Lebih lanjut Zulkifli Hasan mengatakan hubungan kedua negara meningkat 11 tahun terakhir ini dalam berbagai bidang. Hubungi diakui semakin meningkat terbukti saat pelaksanaan KAA, Presiden Cina datang ke Indonesia hingga 4 hari.

    "Ini satu kehormatan besar dan menunjukkan betapa dekatnya hubungan kedua negara," ucapnya.

    Zulkifli menegaskan bahwa kehadiran Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Cina diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan kedua negara demi untuk memakmurkan rakyat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.