Jokowi Minta Inggris Turunkan Bea Masuk Produk Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berdialog dengan wartawan usai membagikan sembako di pasar Klitikan Notoharjo, Surakarta, 18 Juli 2015. Pasar tersebut memang cukup berkesan bagi Jokowi lantaran dia mampu merelokasi hampir seribu pedagang kaki lima (PKL) di pasar itu. TEMPO/Bram Selo Agung

    Presiden Joko Widodo berdialog dengan wartawan usai membagikan sembako di pasar Klitikan Notoharjo, Surakarta, 18 Juli 2015. Pasar tersebut memang cukup berkesan bagi Jokowi lantaran dia mampu merelokasi hampir seribu pedagang kaki lima (PKL) di pasar itu. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta agar Inggris menurunkan bea masuk barang asal Indonesia. Permintaan itu disampaikannya saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Istana Merdeka hari ini.

    Permintaan tersebut, kata Jokowi, perlu diberikan pada beberapa produk unggulan Indonesia. "Seperti kayu, pakaian, kopi, dan produk perikanan," kata Jokowi saat bertemu dengan Cameron di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 27 Juli 2015. Dia juga berharap agar Inggris terus menggenjot investasinya di Indonesia.

    Beberapa sektor yang ditawarkan Jokowi antara lain pembangunan pelabuhan, jalan tol, kereta api, hingga sektor kelistrikan. "Tahun lalu investasi Inggris di Indonesia meningkat 34,5 persen. Tentu kami apresiasi itu."

    Perdana Menteri Inggris David Cameron hari ini bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini. Disambut Jokowi, dia dan rombongannya langsung menuju Istana tanpa memberikan pernyataan apa pun kepada media.‎

    ‎Cameron tiba di Istana Merdeka pukul 17.20 WIB. Adapun Jokowi didampingi oleh beberapa menteri, antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno, serta Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti.

    Cameron mengajak serta beberapa anggota kabinetnya, mereka adalah Menteri Energi dan Perubahan Iklim, Menteri Perdagangan, serta Utusan Khusus Perdagangan Inggris untuk Indonesia.

    Selain bertemu Jokowi, Cameron juga berencana mengunjungi Sekretariat ASEAN. Agenda lain adalah bertemu dengan pengusaha Indonesia dan menghadiri forum bisnis yang melibatkan pengusaha kedua negara.‎ Bahkan, Cameron mengajak 30 pengusaha dari berbagai bidang.

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.