Pertamina Tunggu Evaluasi untuk Tambah Pasokan Pertalite

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Antusias Mencoba Menggunakan Pertalite. Tempo/Ridian Eka Saputra

    Warga Antusias Mencoba Menggunakan Pertalite. Tempo/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan akan menunggu hasil evaluasi ihwal rencana penambahan bahan bakar jenis baru, Pertalite. Pertamina, kata dia, akan melakukan evaluasi dua bulan ke depan. "Karena baru saja diluncurkan, jadi kami menunggu respon masyarakat dulu," ucap Dwi di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

    Sejauh ini, menurut Dwi, tanggapan pasar terhadap Pertalite cukup bagus. Jika tren positif terus berlanjut, Pertamina bakal menambah pasokan bahan bakar dengan kandungan oktan atau research octane number (RON) 90. "Kalau respon masyarakat bagus akan ditambah."

    Penambahan Pertalite secara tidak langsung nantinya akan menambah stasiun pengisian bahan bakar umum. "Tapi untuk pasokan Premium tidak akan dikurangi," ucap Dwi.

    Pekan lalu Pertamina mengenalkan Pertalite kepada publik lewat penjualan di 103 SPBU yang tersebar di tiga kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Di pasaran Pertalite dibanderol seharga Rp 8.400. Sebagai tahap awal, Pertamina baru memasok 8 kiloliter Pertalite di setiap SPBU.

    Namun di beberapa SPBU permintaan terhadap Pertalite disebut melonjak. Di Surabaya, misalnya, penjualan di hari kedua naik 69 persen dibanding hari pertama.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.