Jasa Penitipan Motor di Waduk Jangari Untung Jutaan Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ngabuburit sambil keliling Waduk Cirata, Jangari, Kabupaten Cianjur, menjadi salah satu pilihan warga. Foto : DEDEN ABDUL AZIZ

    Ngabuburit sambil keliling Waduk Cirata, Jangari, Kabupaten Cianjur, menjadi salah satu pilihan warga. Foto : DEDEN ABDUL AZIZ

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasa penitipan sepeda motor di wisata Waduk Jangari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meraup keuntungan hingga jutaan rupiah seiring meningkatnya angka kunjungan ke kawasan tersebut.

    Sebagian besar pengunjung waduk yang menitipkan kendaraanya selama beberapa hari karena memancing di bagian tengah dan tepian waduk sejak dua hari usai Lebaran,  kata Sandi (35), pemilik tempat penitipan kendaraan bermotor, Sabtu, 25 Juli 2015.

    Ia mengemukakan, setiap harinya tidak kurang dari 200 sepeda motor dititipkan pemiliknya yang hendak menikmati liburan sambil memancing di Waduk Jangari.

    "Sejak dua hari terakhir jumlahnya terus meningkat. Paling sebentar, wisatawan yang datang memancing selama satu hari penuh," katanya.

    Untuk tarif penitipan selama satu hari, menurut dia, wisatawan yang menitipkan kendaraan dan ditinggal memancing dikenai biaya Rp15.000, sedangkan tarif untuk setengah hari dikenai biaya Rp6.000.

    Selama libur panjang Idul Fitri 1436 Hijriyah, ia menyatakan, dapat meraup keuntungan hingga Rp1,2 juta per hari.

    "Memang risikonya cukup tinggi mengamankan ratusan kendaraan seperti ini, namun kami melibatkan warga sekitar sebagai karyawan dadakan, terutama untuk berjaga pada malam hari," ujarnya.

    Namun, ia menyatakan, "Kepercayaan pemilik menjadi prioritas yang kami utamakan, sehingga kami juga meminta pemilik untuk memasang kunci ganda, sebelum meninggalkan kendaraan."

    Memasuki akhir libur sekolah dan Lebaran, pengunjung ke Waduk Jangari kembali meningkat karena hingga siang menjelang pihak pengelola mencatat 2.000 datang, didominasi pengunjung lokal yang datang mengunakan kendaraan bak terbuka dengan jumlah penumpang hingga puluhan orang.

    "Hari ini angka kunjungan masih cukup tinggi, hingga sore diperkirakan angka kunjungan akan terus meningkat. Sebagian kecil pengunjung merupakan pemudik yang melintas di Jalur Mande-Cikalongkulon. Ini bisa dilihat dari kendaraannya dengan ciri khas mudik, baik roda dua maupun empat," kata Asep dari bagian tiket di pintu masuk Waduk Jangari.

    Pengelola perahu, yang disebut bargas, di Waduk Jangari juga terlihat meraup untung karena mereka juga menaikkan tarif dibandingkan hari-hari biasa.

    "Selama libur hari raya dan sekolah ini penghasilan kami meningkat karena bargas yang kami miliki banyak disewa pengunjung untuk berkeliling waduk. Untuk satu kali jalan sampai ke tengah waduk, kami pasang harga Rp150.000 per satu bargas. Rata-rata disewa satu keluarga untuk berkeliling hingga ke ujung waduk," kata Dirman, pemilik dan pengelola perahu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.