Indonesia Waspadai Persaingan Pasar Ekspor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan)erbicara dengan utusan khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi (ketiga dari kanan) beserta rombongan delegasi saat kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, 10 Juli 2015. Pertemuan tersebut membahas soal peningkatan hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi antara kedua negara. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan)erbicara dengan utusan khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi (ketiga dari kanan) beserta rombongan delegasi saat kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, 10 Juli 2015. Pertemuan tersebut membahas soal peningkatan hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi antara kedua negara. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia segera menyusul Malaysia dan Vietnam dengan membentuk free trade agreement dengan Uni Eropa guna menjaga pasar ekspor.

    Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pada September akan ada pembahasan awal terkait free trade agreement (FTA) antara Kementerian Perdagangan dan Uni Eropa di Bali.

    “September nanti scoping dengan Uni Eropa untuk pembicaraan FTA. Kita memang terlambat dibanding Malaysia dan Vietnam. Malaysia sudah round kedelapan, sudah hampir signing. Vietnam juga. Ini alert bagi ekspor kita,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2015.

    Dia mengatakan bea masuk rata-rata ke pasar Eropa sekitar 7%. Bila Malaysia dan Vietnam sudah merampungkan FTA dengan Uni Eropa yang mengakibatkan bea masuk mereka 0%, tentu pengusaha Indonesia akan kalah bersaing.

    Sigit mengatakan perjanjian tersebut akan tetap mempertimbangkan risiko dan manfaat balik bagi Indonesia. “Sepanjang itu menguntungkan, akan dikejar. Karena kalau kita menginginkan 0% di sana, mereka pasti menginginkan sesuatu di sini. Itu yang harus dihitung,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.