Pemerintah Mendorong Rusia Investasi di Kemaritiman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rencana pembelian alutsista tidak hanya di sektor laut saja, pembangunan pertahanan akan menyeluruh darat, laut dan udara. Kehadiran kapal selam Changbogo ini, tentunya akan mendukung progam kemaritiman pemerintahan Joko Widodo. Namun perlu dicermati pentingnya kemandirian Indonesia untuk dapat membangun alutsista sendiri. wikipedia.com

    Rencana pembelian alutsista tidak hanya di sektor laut saja, pembangunan pertahanan akan menyeluruh darat, laut dan udara. Kehadiran kapal selam Changbogo ini, tentunya akan mendukung progam kemaritiman pemerintahan Joko Widodo. Namun perlu dicermati pentingnya kemandirian Indonesia untuk dapat membangun alutsista sendiri. wikipedia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong para investor asal Rusia untuk berinvestasi dibidang industri kemaritiman, di antaranya industri galangan kapal di Indonesia. 

    "Sesuai Nawacita, Indonesia kan mau mengembangkan kemaritiman. Sehingga, kami ajak rusia untuk bisa investasi dibidang maritim, untuk memperkuat maritim kita," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Achmad Dwiwahjono, di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015. 

    Dia mengatakan, Rusia memiliki industri galangan kapal yang kuat di negaranya, sehingga dinilai mampu berkontribusi untuk memajukan industri galangan kapal Tanah Air. 

    DIa menambahkan, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, rencanya akan berkunjung ke Rusia untuk membahas wacana investasi bidang industri kemaritiman tersebut secara lebih rinci. 

    Selain bidang kemaritiman, Dwiahjono menyampaikan, pihaknya juga mendorong Rusia untuk berinvestasi bidang kimia hulu, di mana saat ini, impor produk kimia hulu masih sangat banyak. 

    "Kami ingin dorong untuk mempererat hubungan ini. Mereka sangat berpengalaman untuk kimia hulu dan intermediate chemical. Kalau bisa dimajukan akan sangat mendorong struktur industri nasional kita," ujarnya

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.