Ekonomi Melambat, OJK Keluarkan 35 Kebijakan Stimulus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla sata menghadiri penutupan perdagangan Index Saham Gabungan 2014 dengan didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil (kiri), Ketua OJK Muliaman Hadad (kedua kanan) dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di  Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    Wakil Presiden Jusuf Kalla sata menghadiri penutupan perdagangan Index Saham Gabungan 2014 dengan didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil (kiri), Ketua OJK Muliaman Hadad (kedua kanan) dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan 35 kebijakan untuk menstimulus pertumbuhan perekonomian nasional. Sebab, perlambatan perekomian dalam negeri sudah tak terhindarkan lagi.

    "Kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki kinerja perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank yang melambat," kata  Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad di kantornya, Jumat, 24 Juli 2015.

    Muliaman merujuk pada terus melemahnya nilai tukar mata uang, rendahnya pertumbuhan kredit perbankan, hingga daya beli motor dan mobil yang masing-masing turun lebih dari 15 persen. Begitu juga dengan faktor global seperti suku bunga Amerika dan Jepang, perlambatan China, hingga utang Yunani.

    35 kebijakan tersebut terdiri dari 12 kebijakan untuk perbankan, 15 kebijakan untuk pasar modal, empat kebijakan untuk industri keuangan non bank, dan empat kebijakan perlindungan konsumen. "Tidak semua kebijakan baru, ada juga kebijakan lama yang dihidupkan kembali," ujar Muliaman.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.