Pihak Mal Tebet Tuding Pemilik Tanah Persulit Kerjasama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personel TNI berjaga di Pusat Perbelanjaan Tebet Green usai disegel, di Jakarta, 23 Juli 2015. Diketahui, bangunan tersebut dimiliki oleh Yayasan Dharma Putra Kostrad dan PT WCSS (Wahana Cipta Sentosa Sejahtera) sebagai pengelola, menyewa lahan tersebut kepada yayasan sebagai pusat perbelanjaan. TEMPO/Frannoto

    Sejumlah personel TNI berjaga di Pusat Perbelanjaan Tebet Green usai disegel, di Jakarta, 23 Juli 2015. Diketahui, bangunan tersebut dimiliki oleh Yayasan Dharma Putra Kostrad dan PT WCSS (Wahana Cipta Sentosa Sejahtera) sebagai pengelola, menyewa lahan tersebut kepada yayasan sebagai pusat perbelanjaan. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wahana Cipta Sentosa Sejahtera (PT WCSS) mengakui pihaknya belum menyelesaikan sertifikat layak fungsi (SLF) untuk bangunan Tebet Green Garden. Lahan pusat perbelanjaan seluas 3 hektar tersebut dimiliki oleh Yayasan Dharma Putera Kostrad. Adapun, PT  WCSS menyewa tanah tersebut dan membangun mal di jalan MT Haryono, Jakarta Selatan tersebut. 

    Direktur PT WCSS Gunardi Gunawan mengatakan pihaknya sudah memiliki keinginan untuk mengurus SLF sejak pusat perbelanjaan tersebut sejak kerja sama tersebut dimulai pada 2009.

    Kendati demikian, dia menuturkan pembuatan SLF membutuhkan surat kuasa dari pemilik lahan yaitu Yayasan Dharma Putera Kostrad. "Untuk mengurus SLF, perusahaan membutuhkan surat kuasa dari pemilik lahan. Kami sudah minta beberapa kali, tetapi mereka tidak mau bantu mengurus SLF Tebet Green Garden," paparnya.

    Gunardi memaparkan ketika menjalin kerja sama, Yayasan Dharma Putera Kostrad sudah mengeluarkan surat kuasa untuk pembuatan SLF. Namun, pihak pemilik lahan mencabut surat kuasa tanpa alasan yang jelas.

    "Surat kuasa sudah dikeluarkan ketika 2009, tapi dicabut kembali tahun 2015. Harusnya tidak seperti ini lah, bisa dibicarakan dahulu bagaimana, tidak langsung penyegelan seperti ini," ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Putera Kostrad Asrul mengatakan lahan tersebut disewa oleh PT WCSS untuk jangka waktu 30 tahun. Pembangunan mal tersebut selesai pada 2009 dan mulai beroperasi pada 2011.

    Rencananya, Tebet Green Garden akan dibangun setinggi 18 lantai. Namun hingga saat ini, pusat perbelanjaan tersebut baru memiliki empat lantai.

    "Kami sudah menyerahkan pemanfaatan bangunan kepada pengelola dari 2011. Namun, sampai saat ini mereka tak mengurus SLF. Ya sudah, kami limpahkan saja ke Pemprov DKI untuk menyegel bangunan ini sampai SLF selesai," papar Asrul.

    Dinas Penataan Kota DKI Jakarta menutup paksa Pusat Perbelanjaan Tebet Green Garden. Penyegelan bangunan tersebut dibantu oleh 500 orang personel Kostrad. 

    Sebelum melakukan penutupan paksa, Dinas Penataan Kota DKI Jakarta telah melayangkan Surat Peringatan (SP) Nomor 01/1/758 Tanggal 12 Februari 2015. Surat Peringatan (SP) II Nomor 03/-1/758 Tanggal 18 Februari 2015 dan Surat Segel (SS) No 02/-1/758 tanggal 3 Maret 2015. Pemprov DKI juga pernah menyegel pusat perbelanjaan ini pada 5 Maret 2015 silam.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).