Indonesia Bahas Rencana Free Trade dengan Uni Eropa di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dampingi bersama ibu negara Iriana Jokowi menhadiri upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Agung yang ke-55 di lapangan Kejaksaan Agung, Jakarta, 22 Juli 2015.  Kejaksaan Agung mengusung tema Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dampingi bersama ibu negara Iriana Jokowi menhadiri upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Agung yang ke-55 di lapangan Kejaksaan Agung, Jakarta, 22 Juli 2015. Kejaksaan Agung mengusung tema Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa "Tingkatkan Kinerja Bela Anak Bangsa." Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan membahas rencana Free Trade Agreement (FTA) atau perdagangan bebas dengan Uni Eropa (EU) pada September 2015 di Bali. "Bulan September tahun ini rencananya ada pertemuan awal antara Eselon I dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan dengan pihak EU," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2015.

    Sigit mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji skup apa saja yang akan dinegosiasikan pada pertemuan tersebut, dengan mempertimbangkan berbagai manfaat dan tantangan dengan adanya FTA.

    Menurut dia, pembahasan peluang FTA dengan EU tersebut memang terbilang lebih lambat dibandingkan negara tetangga Malaysia dan Vietnam, yang sudah memasuki putaran pembahasan ke delapan, atau memasuki tahap penandatanganan FTA.

    "Malaysia dan Vietnam sudah mendekati penandatanganan. Ini memang perlu kita waspadai, karena Eropa merupakan salah satu pasar terbesar CPO Indonesia. Karena bea masuk di sana itu sekitar 7 persen," kata Sigit.

    Sigit menambahkan, upaya mengejar ketertinggalan melalui negosiasi tersebut memang akan dilakukan, namun tetap akan mempertimbangkan untung rugi yang akan didapat jika FTA tersebut betul-betul dibuka.

    "Kalau hanya di beberapa aspek (keuntungan) kan rugi. Karena mereka juga pasti mengingnkan sesuatu di sini. Itu juga yang harus dihitung 'cost and benefit' serta risikonya," tambahnya.

    Selain membuka akses pasar bagi Indonesia, adanya FTA dengan Eu juga diyakini mampu mengamankan pasar ekspor beberapa komoditi di negara tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?