Pertalite Diluncurkan, JK Yakin Konsumsi Premium Akan Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang stiker Pertalite sebelum peluncuran bahan bakar terbaru dari pertamina yang akan diluncurkan besok di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Bahan bakar baru Pertamina tersebut berkadar research octane number (RON) 90. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas memasang stiker Pertalite sebelum peluncuran bahan bakar terbaru dari pertamina yang akan diluncurkan besok di SPBU Gandaria, Jakarta Timur, 23 juli 2015. Bahan bakar baru Pertamina tersebut berkadar research octane number (RON) 90. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan  peluncuran bahan bakar minyak yang memiliki kadar oktan 90 atau Pertalite akan mengurangi konsumsi Premium. ‎

    Menurut JK, jumlah pengguna bahan bakar yang ada di Indonesia relatif tetap. Artinya, ketika ada bahan bakar jenis baru, akan ada perpindahan konsumen. "Iya pasti berkurang, tak mungkin beli Premium sekaligus Pertalite," katanya  di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 24 Juli 2015.

    PT Pertamina (Persero) mulai memasarkan bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite dengan oktan 90. Uji pasar di Jakarta dipusatkan di SPBU 31.1.02.02 Abdul Muis, Jakarta Pusat. ‎

    Harga Pertalite dibanderol Rp 8.400 per liter. Pertamina menunjuk 68 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta untuk memasarkan Pertalite. Di Bandung uji pemasaran dilakukan di dua SPBU dan di Surabaya di 30 SPBU.

    Adapun untuk kebutuhan bahan bakar di jalan tol, Pertamina mempercayakan 33 SPBU di tempat peristirahatan. Setiap SPBU akan mendapatkan pasokan lima kiloliter.

    Selama masa uji pemasaran, pembelian Pertalite akan dibatasi. untuk kendaraan roda dua maksimal tiga liter dan kendaraan roda empat sekitar 10-20 liter. ‎

    ‎FAIZ NASHRILLAH | ROBBY IRFANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.