OJK: Bunga Deposito Sulit Turun pada Semester Kedua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali (KOMUNIKA)

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali (KOMUNIKA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keungan (OJK) memperkirakan tren penurunan bunga deposito akan sulit berlanjut di paruh kedua tahun ini. Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, pertumbuhan kredit di semester kedua akan lebih tinggi sehingga kebutuhan dana untuk menopang ekspansi kredit akan meningkat.

    Alhasil, tingkat bunga deposito menurut Nelson akan cenderung stabil. "Kemungkinan di semester 2, bunga deposito sulit turun lagi kalau BI rate tidak turun," ujarnya kepada bisnis.com, Kamis, 23 Juli 2015.

    Nelson menekankan, peningkatan ekspansi kredit perlu diimbangi dengan peningkatan penghimpunan DPK. Dia menyebut, tanpa diimbangi dengan peningkatan DPK, peningkatan ekspansi kredit akan membuat persaingan likuiditas kembali sengit. Alhasil, bunga deposito bisa kembali terkerek.

    Per Mei 2015, bunga deposito perbankan rata-rata turun 33 basis poin (bps) dibandingkan dengan Desember 2014. Bunga deposito tenor satu bulan turun 73 bps menjadi 7,85 persen, disusul tenor tiga bulan sebesar 44 bps menjadi 8,5 persen.

    Nelson mengatakan, penurunan bunga deposito tersebut disebabkan oleh pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit. Per Mei 2015 pertumbuhan kredit mencapai 10,3 persen (year on year) menjadi Rp 3.792,8 triliun. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan pada Desember 2014 sebesar 11,4 persen.

    Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) per Mei 2015 mencapai 13,1 persen menjadi Rp 4.135,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan pada Desember 2014 sebesar 12 persen.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.