Dua Bandara di Sumatera Utara Ditutup karena Abu Sinabung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik disertai awan panas di Desa Kuta Tonggal, Karo, Sumatera Utara, 29 Juni 2015. ANTARA/Endro Lewa

    Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik disertai awan panas di Desa Kuta Tonggal, Karo, Sumatera Utara, 29 Juni 2015. ANTARA/Endro Lewa

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Leuser dan Bandara Tapak Tuan di Sumatera Utara ditutup efektif sejak pukul 17.30 WIB. Penutupan tersebut karena terjadi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, Sumatera Utara, sehingga menghalangi penerbangan.

    "Penutupan sudah dilakukan," ujar juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, melalui pesan singkat pada Kamis, 23 Juli 2015.

    Peningkatan aktivitas Sinabung secara signifikan terjadi pada Ahad, 19 Juli 2015. Gunung saat ini berstatus awas (level IV). Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sejak 19 Juli lalu di Sinabung, terjadi dua kali guguran awan panas sejauh 2.500-3.000 meter.

    Sampai saat ini, akibat aktivitas Sinabung, 11.111 jiwa (3.150 kepala keluarga) mengungsi di sepuluh pos pengungsian terdekat.

    Selain Sinabung, aktivitas Gunung Raung juga membuat Bandara Abdurrahman Saleh di Malang tutup. Penutupan Bandara Leuser, Tapak Tuan, dan Abdurrahman Saleh berlangsung hingga pukul 19.00 esok hari. "Kami secara berkala memonitor terus," tutur Barata.

    Sebelumnya, Kementerian Perhubungan juga sempat menutup sejumlah bandara akibat aktivitas vulkanis Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Gunung Gamalama di Ternate.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.