Arab Saudi Investasi 133 Triliun di Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin tambang besar di wilayah pertambangan Borodinsky, dekat Siberia, Krasnoyarsk timur, sektor pertambangan inilah yang menjadi pembangkit ekonomi Rusia. 9 Desember 2014. REUTERS/Ilya Naymushin.

    Mesin tambang besar di wilayah pertambangan Borodinsky, dekat Siberia, Krasnoyarsk timur, sektor pertambangan inilah yang menjadi pembangkit ekonomi Rusia. 9 Desember 2014. REUTERS/Ilya Naymushin.

    TEMPO.CO, Moskow -  Arab Saudi dan Rusia memperluas kerja sama di bidang ekonomi. Saudi dikatakan telah menandatangani persetujuan untuk menginvestasikan US$ 10 miliar  atau sekitar Rp 133,3 triliun  di Rusia selama lima tahun ke depan, surat kabar DWN melaporkan dilansir dari laman Sputnik News.

    Fokus dari proyek-proyek investasi terletak pada bidang infrastruktur dan pertanian, obat-obatan, logistik, perdagangan dan real estat.

    Uang tersebut dikatakan akan diberikan oleh Dana Investasi Umum Arab Saudi (PIF) dan akan didistribusikan oleh Lembaga Pendanaan Investasi Rusia (RDIF) untuk proyek-proyek yang sesuai.

    Kepala RDIF Kirill Dmitriev mengatakan Pangeran Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud telah melakukan pertemuan pribadi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Forum Ekonomi di St. Petersburg pada Juni. "Ini adalah komitmen terbesar dari investor asing sejak berdirinya lembaga pendanaan," katanya.

    Kesepakatan itu dikatakan telah mengejutkan para pakar politik dan ekonomi internasional. Alasannya adalah Arab Saudi dan Rusia terkenal sebagai pesaing langsung dalam pasar minyak yang sangat kompetitif. Selain itu, Arab Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat.

    DWN menulis dilansir dari Sputnik News bahwa dengan mempertimbangkan sanksi baru-baru yang atas melawan Rusia, AS kemungkinan akan bersikap hati-hati dan waspada dengan kesepakatan tersebut.

    SPUTNIK NEWS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.