Tol Cikampek Padat, Jasa Marga Akan Evaluasi Rest Area  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerbang Tol Cikampek. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Gerbang Tol Cikampek. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah tiga hari arus lalu lintas di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta terpantau padat akibat arus balik Lebaran 2015. Bahkan, petugas sampai memberlakukan sistem contra flow atau sistem lawan arus sejak Selasa, 21 Juli 2015.

    "Sampai sekarang masih diberlakukan," kata juru bicara PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto, Kamis, 23 Juli 2015.

    Iwan mengatakan, sistem contra flow pertama diberlakukan di Kilometer 65 hingga Kilometer 61. Meski begitu, kepadatan masih terjadi hingga Kilometer 52 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. "Hari ini, titik baru contra flow diberlakukan, yaitu mulai Kilometer 53 hingga 50," kata Iwan.

    Ia mengatakan, pemberlakukan sistem di titik baru tersebut lantaran simpul kemacetan berada di Kilometer 52 atau titik istirahat dan pelayanan atau rest area. Di titik itu, banyak pengguna jalan yang memarkir kendaraannya di bahu jalan, sehingga menjadi menyempit. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat, bahkan laju kendaraan hanya 10-20 kilometer. "Mulai dari Kilometer 52 ke arah Jakarta cukup lancar," ujar Iwan.

    Menurut Iwan, kepadatan arus lalu lintas mulai dari Kilometer 52 hingga ruas tol Cipali, lantaran banyak pengguna jalan yang memilih istirahat. Tapi mereka memaksakan parkir di sembarang tempat, meskipun sudah ada rambu lalu lintas serta ada petugas. "Mereka terlalu letih, setelah perjalanan cukup lama dari Jawa Tengah," kata dia.

    Sementara itu, kendaraan dari Jawa Tengah terus mengalir ke jalan tol Jakarta-Cikampek dari jalan tol Cipali. Ditambah lagi kendaraan dari masuk Bandung di Kilometer 66. "Baru tahun ini kami berlakukan contra flow, sebelumnya tidak pernah."

    Iwan menyebutkan, jumlah rest area sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta sebanyak lima unit. Antara lain di Kilometer 71 (buka terus dan penuh), 62 (buka-tutup), 52 (buka terus), 42 (buka terus), dan 34 (buka terus). Banyak pengguna jalan berhenti di rest area Kilometer 52 karena sudah cukup capek meskipun kapasitasnya sudah tak menampung.

    "Antisipasi kecelakaan akibat kelelahan, pengguna memilih istirahat," kata Iwan.

    ADI WARSONO

    Video Terkait: http://www.tempochannel.com/detail/videos/tempo-kini/video/4355455372001/darsiti-punya-rumah-di-tengah-jalan-tol?autoStart=true" target = "_blank"> Darsiti Punya Rumah di Tengah Jalan Tol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.