Harga Minyak Dunia Anjlok, DPR Desak Harga BBM Diturunkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR Achmad Hafisz Tohir mengatakan pemerintah perlu segera menurunkan harga Bahan Bakar Minyak karena anjloknya harga minyak dunia ke kisaran US$ 50/barel dan adanya potensi penurunan harga beberapa waktu ke depan.

    "Dengan kebijakan pemerintah yang telah mencabut subsidi BBM dan menggunakan mekanisme pasar, maka pemerintah wajib mengevaluasi kembali harga BBM dari harga yang ditetapkan saat ini," kata Hafisz melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2015.

    Hafisz juga mendesak penurunan harga BBM, karena langkah tersebut diperlukan untuk memulihkan daya beli masyarakat dan menggerakkan konsumsi di tengah perlambatan ekonomi.

    Ke depannya, ujar Hafisz, harga minyak dunia juga cenderung turun, mengingat potensi melunaknya sanksi perdagangan terhadap Iran, setelah kesepakatan negara tersebut dengan enam negara besar yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Tiongkok, Rusia dan Jerman mengenai pemanfaatan nuklir.

    Setelah kesepakatan tersebut, harga minyak dunia menurun, karena faktor psikologis masuknya Iran akan meningkatkan pasokan minyak global.

    Mengutip laporan Kantor Berita AFP akhir pekan lalu, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Agustus anjlok US$ 1,63 menjadi ditutup pada US$ 51,41 per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, patokan global, menetap di US$ 56,86 per barel di perdagangan London, turun US$ 1,65.

    Terkait penyesuaian harga BBM, pada Mei 2015 lalu sebelum terjadinya kesepakatan Iran, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, mengatakan akan memantau perkembangan harga minyak sampai Oktober 2015 sebelum memutuskan periodisasi evaluasi harga BBM pada November 2015.

    Pada November 2015, pemerintah akan memutuskan periodisasi evaluasi harga BBM apakah dalam tiga, enam, atau berapa bulan sekali.

    "Saya kira Oktober sudah terlihat kecenderungan harga minyak ke depan seperti apa. Jadi, database untuk menyimpulkan ke depan sudah lebih lengkap," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.