Bangun Trans Papua, Pemerintah Kucurkan Dana Rp 5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak berdiri di jalan penghubung kota Timika dan pelabuhan Poumako, Kabupaten Mimika, Papua, akhir pekan lalu. Masyarakat Papua berencana akan menggelar Kongres Papua III pada 16-19 Oktober 2011 mengangkat tema

    Seorang anak berdiri di jalan penghubung kota Timika dan pelabuhan Poumako, Kabupaten Mimika, Papua, akhir pekan lalu. Masyarakat Papua berencana akan menggelar Kongres Papua III pada 16-19 Oktober 2011 mengangkat tema "Menegakkan Hak-hak Dasar Orang Asli Papua di Masa Kini dan Masa Depan". ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah pada tahun ini memfokuskan pembangunan infrastruktur Papua dan Papua Barat di proyek jalan Trans Papua. Pemerintah  menggelontorkan dana Rp 5 triliun untuk menyambungkan jalan sepanjang 4.325 kilometer itu.

    "Paling banyak dicurahkan ke Trans Papua," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W. Husaini di kantornya, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2015.

    Dari total 4.325 kilometer Trans Papua, masih ada 900 kilometer yang belum selesai dibangun. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan bisa menyelesaikan 300 kilometer tiap tahun. Sehingga pada 2018 nanti, 900 kilometer Trans Papua itu bisa kelar. “Ini sudah dibangun dari tiga tahun lalu tapi tak mungkin selesai kalau dari dulu hanya sanggup membangun 100 kilometer per tahun,” ujar Hediyanto.

    Namun target pemerintah merampungkan 300 kilometer Trans Papua pada tahun ini terhambat dana. Dari total Rp 5 triliun duit yang dibutuhkan, baru tersedia 20 persennya saja. Adapun total duit untuk membangun 900 kilometer jalan Trans Papua sebanyak Rp 12,5 triliun.
    “Uangnya nggak ada. Kalau tanah, nggak ada masalah,” ujar Hediyanto. ??

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan telah menyiapkan tiga skenario untuk menurunkan harga-harga di Papua.

    Skenario pertama, mempercepat proyek-proyek infrastruktur berbasis kewilayahan sebagai tulang punggung kota-kampung seperti jalan Trans Papua, jembatan, air minum, sanitasi, pengairan dan pemukiman. Kedua, membangun infrastruktur untuk mendukung sentra-sentra produksi pangan dan peternakan, industri, dan wisata dengan sistem lima Kawasan Pengembangan Ekonomi berbasis Wilayah Adat. Dan terakhir, merumuskan regulasi anggaran infrastruktur Papua dengan tahun jamak untuk mempercepat pembangunan jalan Trans Papua.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, selain membangun infrastruktur dasar, Kementerian juga ikut menyiapkan program pencetakan sawah baru seluas 10 ribu hektare dari Kementerian Pertanian di Merauke, yang ditargetkan kelar tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kebagian menyiapkan long storage irrigation. “Di sana itu daerah rawa. Jadi kami bangun long storage untuk menampung air sehingga bisa dipompa untuk irigasi,” kata Basuki.

    KHAIRUL ANAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?