Puncak Arus Balik di Soekaro-Hatta pada Sabtu-Ahad Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. AP/Tatan Syuflana

    Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Tangerang - Puncak arus balik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Ahad, 25 dan 26 Juli 2015. Perkiraan tersebut diperoleh setelah dilakukannya rapat koordinasi PT Angkasa Pura II (Perseo) dan seluruh pemangku kepentingan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 19 Juli lalu.

    Berkaitan dengan itu, PT Angkasa Pura melakukan persiapan penyambutan penumpang, setidaknya melayani penumpang agar tetap nyaman di tengah tingginya pergerakan penumpang.

    Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan fokus pelayanan dalam arus balik ini di antaranya ketersediaan angkutan publik secara cepat dan mudah, kecepatan memproses bagasi penumpang, kemudahan penumpang mendapat troli untuk mengangkut barang, dan penanganan gangguan ketertiban seperti taksi gelap dan asongan.

    “Peningkatan pelayanan tersebut juga merupakan bagian dari upaya kami membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai smile airport,” kata Budi, Rabu, 22 Juli 2015.

    Oleh karenanya, PT Angkasa Pura II telah menambah jumlah taksi berstiker sebanyak 1.400 unit, 20 unit bus Damri, dan juga penambahan shuttle bus antarterminal di bandara.

    Peningkatan pelayanan lainnya adalah penambahan sebanyak 200 personel ground handling, “Ini bertujuan mempercepat penumpang untuk dapat mengambil bagasi di area baggage claim,” kata Budi.

    Dia menambahkan, penumpang dapat semakin mudah mendapat troli untuk mengangkut barang bawaan seiring dengan ditambahnya sekitar 1.000 troli untuk melengkapi yang sudah ada.

    AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.