Arus Balik, 1.792 Pemudik Diangkut Pelni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik berada di dek kapal di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulsel, (12/8). Kapal penumpang Pelni KM Kalimutu mengangkut seribu lebih penumpang tujuan ke Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Sejumlah pemudik berada di dek kapal di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulsel, (12/8). Kapal penumpang Pelni KM Kalimutu mengangkut seribu lebih penumpang tujuan ke Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus balik dengan kapal laut telah dimulai pada Selasa (21 Juli 2015). Akhmad Sujadi, Manager Komunikasi & Hubungan Kelembagaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyatakan hari pertama arus balik diminati oleh warga.

    Hingga H+3 pukul 15.30 WIB tercatat 781 unit sepeda motor dengan 1.792 penumpang memadati KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

    "Setelah closing Angkutan Motor Mudik Gratis 2015 hari ini, sepeda motor ada 781 unit dan penumpang ada 1.792 orang," ucapnya, Selasa (21 Juli 2015).

     

    Arus balik dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dengan tujuan Jakarta itu merupakan bagian dari mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub. Dia memperkirakan arus balik akan terjadi pada Kamis (23 Juli 2015) dan Sabtu (25 Juli 2015) sesuai dengan jadwal angkutan balik gratis.

     

    Kapal tersebut berangkat pukul 16.00 WIB dan akan tiba di Jakarta pada Rabu (22 Juli 2015), pukul 06.00 WIB.

     

    Sampai dengan H+3 pukul 06.00 WIB, Pelabuhan Batam menjadi pelabuhan terpadat dengan jumlah penumpang naik sebanyak 124.865 orang. Pelabuhan Batam didominasi dengan tujuan Medan dan Jakarta.

     

    "Paling sibuk di Batam karena banyak penumpang dari Batam ke Medan, Batam ke Jakarta juga cukup banyak," katanya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.