Menhub Jonan ke Adisutjipto Jogja Sapa Pemudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah), didampingi sejumlah staf melakukan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juli 2015.  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah), didampingi sejumlah staf melakukan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juli 2015. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignatius Jonan memantau pelaksanaan layanan Angkutan Lebaran 2015 di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (21 Juli  2015).

    Menhub Jonan menyempatkan diri untuk menyapa sejumlah calon penumpang pesawat yang sedang menunggu waktu keberangkatan.

    Menurut Jonan, pelayanan Angkutan Lebaran 2015 ini dapat berjalan cukup baik dan untuk angkutan udara maupun kereta api mengalami peningkatan.

    "Dari H-7 hingga H+2 untuk angkutan penerbangan nasional mengalami kenaikan dua persen dibanding tahun lalu, sedangkan untuk kereta api mengalami kenaikan 1,5 persen," katanya.

    Ia mengatakan, untuk operasi angkutan lebarann tahun ini pertama kali tercatat kenaikan jumlah penumpang angkutan udara lebih besar dibanding kenaikan jumlah penumpang kereta api.

    "Memang ada tren masyarakat beralih menggunakan angkutan udara untuk mudik," katanya.

    Jonan mengatakan, untuk angkutan darat bus, dalam operasi ini tercatat penurunan jumlah penumpang hingga minus lima persen di banding tahun lalu.

    "Ini mungkin karena tahun ini semakin banyak diselenggarakan angkutan mudik gratis dari perusahaan maupun organisasi kemasyarakatan. Tercatat setidaknya ada 200 ribu yang mendapat layanan mudik gratis, dan ini tidak dicatat dalam jumlah penumpang mudik," katanya.

    Ia mengatakan, untuk angkutan kapal laut juga mengalami penurunan sekitar dua persen.

    "Penyeberangan laut juga naik sekitar lima hingga tujuh persen," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.