Garuda Indonesia Belum Hitung Kerugian Akibat Erupsi Gunung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah melakukan perawatan pada sebuah pesawat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) Cengkareng, Tangerang, 24 Februari 2015. GMF AeroAsia berhasil mempertahankan sertifikat approval Aircraft Maintenance Organization (AMO) EASA usai renewal audit pada 19-23 Januari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah melakukan perawatan pada sebuah pesawat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) Cengkareng, Tangerang, 24 Februari 2015. GMF AeroAsia berhasil mempertahankan sertifikat approval Aircraft Maintenance Organization (AMO) EASA usai renewal audit pada 19-23 Januari 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta – Erupsi Gunung Raung dan Gamalama sempat membuat ratusan penerbangan dalam negeri terpaksa dibatalkan. Salah satu maskapai yang banyak membatalkan penerbangan, Garuda Indonesia, mengaku belum menghitung kerugian yang mereka alami.

    “Kami kurang enak menyampaikan, karena ini kan bencana alam,” kata Pelaksana Harian Corporate Communications Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan. Selain itu, menurut dia, hingga saat ini belum ada hitungan lengkap soal kerugian materi.

    Abu vulkanik Gunung Raung mengganggu arus mudik dan balik para penumpang terutama dengan tujuan ke arah Surabaya dan Bali.

    Ikhsan memperkirakan hampir seratus penerbangan terpaksa dibatalkan. Terhadap para penumpang yang penerbangannya dibatalkan, Garuda sudah mengambil tindakan dengan mengalihkan penerbangan mereka.

    “Kami alihkan dengan menggunakan pesawat lain yang lebih besar,” kata dia. Menurut dia, efek dari pembatalan ini berimbas ke hampir 15 ribu penumpang.

    Untuk angkutan arus balik, menurut Ikhsan, sudah bisa dikatakan normal kembali. Dua bandara yang sempat ditutup, yakni di Malang dan Bali sudah beroperasi kembali. Tiket arus balik pun sudah 90 persen ludes, termasuk untuk penerbangan tambahan.

    URSULA FLORENE SONIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.