Tiket Kereta Api Tambahan Jakarta-Surabaya Sudah Ludes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang calon penumpang menunjukan tiket kereta api yang telah diprint, di loket Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 11 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Seorang calon penumpang menunjukan tiket kereta api yang telah diprint, di loket Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 11 Mei 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiket Kereta Api tambahan jurusan Surabaya-Jakarta yang disiapkan mengantisipasi lonjakan penumpang dalam rangka arus mudik dan balik Lebaran 2015 terjual sudah habis.

    "Tiket kereta/gerbong tambahan jurusan Jakarta telah habis untuk semua jenis kereta api," ujar Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional 8 Surabaya ketika dikonfirmasi, Sabtu (18 Juli 2015).

    Ia menjelaskan, kereta api kelas ekonomi AC subsidi hingga "H+12" atau 12 hari setelah Hari H Lebaran sudah habis. Tidak itu saja, untuk kursi kelas KA komersial atau nonsubsidi juga telah terisi penuh hingga delapan hari usai hari H Lebaran atau "H+8".

    "Di atas tanggal-tanggal tersebut masih ada, tapi sangat rawan habis karena calon penumpang ke sejumlah loket di stasiun-stasiun terus berdatangan," katanya.

    Pantauan di Stasiun Gubeng, Sabtu siang, situasi penumpang normal dan belum ada lonjakan berarti, termasuk antrean di loket yang tidak panjang. Ketika dikonfirmasi ke layanan pelanggan, salah seorang petugas mengakui tiket KA, termasuk gerbong tambahan khusus ke Jakarta, telah ludes hingga 31 Juli 2015.

    "Di atas 31 Juli masih ada yang mengarah ke Jakarta. Tapi sebelum tanggal itu, semuanya sudah habis, termasuk kursi di KA tambahan," ucap salah seorang petugas.

    Sebelumnya, PT KAI menyiapkan satu kereta/gerbong tambahan untuk setiap KA komersial jurusan Jakarta karena adanya peningkatan penumpang keberangkatan dari Stasiun Gubeng dan Pasarturi. Berdasarkan data Daop 8, penumpang yang masuk dari Stasiun Pasarturi dan Gubeng terjadi peningkatan penumpang jurusan Jakarta antara 20 sampai 25 persen dalam 1-2 hari menjelang hari H Lebaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.