Kelaparan Papua, Freeport Kucurkan 3,3 Ton Bantuan Makanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita membawa sekarung beras di Port-au-Prince, Haiti (26/1). Rakyat antre untuk mendapatkan beras bantuan dari lembaga internasional yang dijaga oleh pasukan PBB asal Uruguay. AP/Ramon Espinosa

    Seorang wanita membawa sekarung beras di Port-au-Prince, Haiti (26/1). Rakyat antre untuk mendapatkan beras bantuan dari lembaga internasional yang dijaga oleh pasukan PBB asal Uruguay. AP/Ramon Espinosa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Freeport Indonesia mengirim bahan makanan sebanyak 3,3 ton ke Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua.

    Distrik itu tengah dilanda bencana kelaparan akibar fenomena embun beku yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

    Superintendent, Media Relations, & Engagement PT Freeport Indonesia Ledy Simarmata mengungkapkan, bantuan berupa 3,3 ton bahan makanan dan air mineral itu diterbangkan menggunakan dua unit helikopter Airfast pada Jumat, 17 Juli 2015.

    Dalam pengiriman itu, lanjutnya, selain personel perwakilan dari Freeport, juga ada yang berasal dari Kementerian Sosial.

    "Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Freeport Indonesia bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Papua, di samping program pengembangan masyarakat yang komprehensif dan telah berlangsung di Kabupaten Mimika yang merupakan lokasi wilayah kerja PTFI," katanya dalam rilis resminya, Jumat, 17 Juli 2015.

    Dia berharap penyaluran bantuan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, yang tertimpa bencana.

    Bisnis.com mencatat selain Kabupaten Puncak, tercatat Kabupaten Lanny Jaya juga tengah dilanda bencana serupa yang menyebabkan sebelas warga di Distrik Kuyawage tewas akibat kedinginan pascahujan es.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).