Pemerintah Harus Atasi Harga Daging Tak Tembus Rp 150 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Daging Sapi.Tempo/Subekti

    Ilustrasi Daging Sapi.Tempo/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, meminta pemerintah segera mengambil langkah-langkah agar harga daging tak menembus Rp 150 ribu per kilogram.

    "Tahun lalu harga daging paling tinggi hanya Rp 100 ribu per kilogram. Kalau pemerintah tidak segera mengambil tindakan, harga daging bisa tembus Rp 150 ribu per kilogram," kata Johan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2015.

    Dia juga menyayangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menyebutkan harga kebutuhan bahan pokok, termasuk daging, sudah tak ada masalah. "Menteri pertanian jangan janji-janji dan pencitraan saja, buktinya berbeda dengan lapangan. Yang pasti tidak ada distribusi yang terhambat. Kalau stok, kan, sudah dipastikan Menteri Pertanian lebih dari cukup, tapi kenapa harga daging melangit?" ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.

    Ia juga meminta pemasok utama daging agar membantu memastikan harga stabil. "Kasihan masyarakat yang sangat terbebani melangitnya harga daging, bisa kagak Lebaran masyarakat nanti," tuturnya.

    Terkait dengan antisipasi dijualnya bahan pokok berkualitas buruk atau oplosan di pasar tradisional, anggota DPR dari Kalimantan Barat itu menyatakan hal itu bisa saja terjadi. "Yah, namanya pedagang, di mana pun akan cari akal bagaimana bisa untung maksimal, apalagi kalau penegakan hukum dan aturan tidak berjalan," ucapnya.

    Meski demikian, jika aturan dan hukum ditegakkan, tak akan ada pedagang yang melakukan kecurangan. "Jadi tegakkan saja aturan dan hukum secara tegas, maka tidak ada lagi pedagang yang berani. Kalaupun ada menjadi sangat sedikit, apalagi bila sanksi hukumnya lebih besar dari keuntungan yang diperoleh pedagang," kata Johan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.