Kinerja Tertekan, BUMI Resources Rugi Rp 4,5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.COJakarta - Emiten Grup Bakrie milik Aburizal Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), harus menderita rugi bersih US$ 344,32 juta setara dengan Rp 4,5 triliun pada kuartal I/2015 setelah pada periode yang sama tahun lalu meraup laba US$ 349,45 juta.

    Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Kamis, 16 Juli 2015, kinerja Grup Bakrie tersebut kian tertekan. Pasalnya, pendapatan perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini anjlok tajam.

    Pendapatan BUMI melorot menjadi US$ 10,59 juta pada kuartal I/2015 dari sebelumnya US$ 19,24 juta. Laba kotor yang dikantongi juga terjungkal menjadi US$ 9,16 juta dari sebelumnya US$ 17,32 juta.

    Periode tiga bulan pertama tahun ini menjadi kinerja buruk BUMI akibat menderita rugi usaha US$ 2,14 juta dari sebelumnya masih laba US$ 1,77 juta. Namun, pada kuartal I/2014, BUMI mengantongi pendapatan lain-lain, yakni dengan menjual anak usaha senilai US$ 746,94 juta.

    Untuk itu, beban lain-lain pada kuartal I/2015 menjadi US$ 352,92 juta. Padahal pada tahun sebelumnya masih membukukan pendapatan lain-lain total US$ 542,12 juta.

    Rugi bersih periode berjalan yang diderita BUMI mencapai US$ 348,01 juta dari laba sebelumnya US$ 330,14 juta. Periode tersebut juga membuat rugi per saham dasar membengkak menjadi US$ 13,6 dari laba sebelumnya masih US$ 17,21.

    Per 31 Maret 2015, total aset BUMI mencapai US$ 4,62 miliar dari akhir tahun lalu US$ 4,61 miliar. Liabilitas US$ 5,7 miliar dari US$ 5,34 miliar dan defisiensi modal mencapai US$ 1,08 miliar dari US$ 733,04 juta.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.