Andrinof : 50 persen Proyek 2016 Belum Siap Perencanaannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (tengah) melihat miniatur pesawat dalam pameran Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago (kiri) dan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi (tengah) melihat miniatur pesawat dalam pameran Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago mengakui bahwa lebih 50 persen proyek yang akan dijalankan pada tahun 2016 belum siap secara teknis. ‎

    "Ada proyek yang harus sudah dimulai tahun 2016 tapi teknisnya belum ada," kata Andrinof usai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu 15 Juli 2015. Proyek yang belum siap berasal dari beberapa sektor, mulai dari irigasi, kelistrikan, hingga infrastruktur.

    Walaupun begitu, Andrinof mengatakan bahwa kekurangan tersebut bisa diantisipasi, apalagi Kalla juga memberikan arahan khusus. Wapres, kata Andrinof, meminta agar tahun anggaran disesuaikan dengan tahun perencanaan.

    "Misalnya proyek tahun anggaran 2017, maka perencanaannya harus siap di tahun 2016. Jadi persiapannya harus diselesaikan dulu," kata Andrinof. Dengan cara itu, dia yakin proses perencanaan infrastruktur bisa dilakukan lebih cepat.‎
    ‎‎
    Kalla, kata Andrinof, juga meminta agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur melibatkan sumber daya manusia dalam negeri. ‎Salah satu usulannya adalah dengan melibatkan pelbagai lembaga riset seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia serta Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi.

    Lembaga-lembaga tersebut diminta untuk melakukan kajian serta menyediakan sumber daya manusia. "Selain lembaga riset, nantinya kami juga akan menggandeng perguruan tinggi."

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.