Rapor Perdagangan Kinclong, Gobel Optimistis Hadapi MEA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Rahmat Gobel  berbincang dengan pedagang cabai saat melakukan sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 10 Juli 2015. Rachmat Gobel mengimbau kepada seluruh pedagang sayur dan buah di pasar agar tidak menaikan harga terlalu tinggi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Perdagangan Rahmat Gobel berbincang dengan pedagang cabai saat melakukan sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, 10 Juli 2015. Rachmat Gobel mengimbau kepada seluruh pedagang sayur dan buah di pasar agar tidak menaikan harga terlalu tinggi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik mencatatkan rapor perdagangan semester I tahun 2015 Indonesia surplus US$ 4,35 miliar. Hasil tersebut membuat Menteri Perdagangan Rachmat Gobel percaya diri dalam menghadapi tantangan perekonomian ke depan.

    "Melihat ini, saya optimistis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN akhir tahun nanti," kata Gobel di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2015. Bekas bos Panasonic tersebut merujuk pada rapor perdagangan Indonesia yang surplus.

    Menurut data BPS, perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN surplus US$ 221,9 juta, dengan rincian ekspor US$ 2,43 miliar dikurangi impor US$ 2,21 miliar. Satu-satunya defisit perdagangan hanya dengan Thailand sebesar US$ 340,3 juta.

    "Sektor otomotif, mesin mekanik, aviasi, plastik, dan gula menjadi penyumbang defisit," ujar Gobel. 

    Sedangkan neraca perdagangan Indonesia surplus terhadap Malaysia sebesar US$ 113,7 juta dan Singapura sebesar US$ 104,5 juta. Adapun dengan beberapa negara ASEAN lainnya, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 344 juta.

    "Tak hanya ASEAN, dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, India, dan Australia juga surplus," tutur Gobel. 

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.