Terdampak Harga Minyak Dunia, Ekspor Biodiesel Tertekan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) duduk di tempat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang habis di SPBU Tamanan Kota Kediri, Jawa Timur, 25 Agustus 2014.  SPBU di wilayah Kota Kediri kehabisan BBM Jenis Solar sejak Ahad (24/8). ANTARA/Rudi Mulya

    Seorang pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) duduk di tempat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang habis di SPBU Tamanan Kota Kediri, Jawa Timur, 25 Agustus 2014. SPBU di wilayah Kota Kediri kehabisan BBM Jenis Solar sejak Ahad (24/8). ANTARA/Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdampak oleh perlemahan harga minyak dunia yang turut melemahkan harga bahan bakar soar, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) melaporkan permintaan ekspor biodiesel Indonesia kian tertekan.

    Ketua Aprobi MP Tumanggor menyampaikan saat ini harga solar telah merangkak turun hingga lebih rendah dari harga fame (biodiesel) sehingga secara nasional berdampak pada penurunan ekspor biodiesel.

    “Tahun lalu pada periode Januari-Juni itu ekspor biodiesel nasional mencapai 800.000 kilo liter. Di periode yang sama tahun ini, ekspornya hanya mencapai 180.000 kilo liter,” jelas Tumanggor, Selasa, 14 Juli 2015.

    Di sisi lain, Tumanggor menyampaikan penurunan ekspor biodiesel juga disebabkan sejumlah negara  di Benua Eropa dan Amerika tengah melangsungkan panen komponen minyak nabati lain seperti kedelai dan biji bunga matahari.

    Secara khusus, Tumanggor yang juga merupakan Komisaris Utama Wilmar Nabati Indonesia menyampaikan ekspor biodiesel perusahaannya pun mengalami penurunan 10% pada periode tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.