Mudik Aman, Ini Tipsnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik menaiki bus dalam Mudik Lebaran Gratis yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa, di Jakarta, 23 Juli 2015. 1.500 pemudik diantar ke berbagai kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah pemudik menaiki bus dalam Mudik Lebaran Gratis yang diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa, di Jakarta, 23 Juli 2015. 1.500 pemudik diantar ke berbagai kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan mudik ke kampung halaman yang terjadi setiap tahun menjadi celah bagi pelaku kejahatan beraksi memanfaatkan situasi yang ramai di dalam angkutan umum, terminal, stasiun, bandara atau pelabuhan. 

    Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Korlantas Polri Komisaris Besar Pujiyono Dulrahman memberikan tiga kiat mudik aman dari kejahatan. 

    "Perhatikan barang bawaan, jangan sampai ketinggalan atau dicopet," ujar dia dalam Pertamax Enduro Bareng-Bareng Mudik di Senayan, Jakarta, Selasa (14 Juli 2015). 

    Para pemudik cenderung membawa banyak barang bawaan, baik itu pakaian ganti maupun oleh-oleh untuk keluarga di kampung. Pujiyono menekankan agar pemudik tidak lengah dan melepaskan pandangan dari barang bawaan.

    Dia mengingatkan pemudik untuk terus waspada dengan tindak tanduk penghipnotis saat berada di terminal. 

    "Kalau ada orang pura-pura baik yang ngajak ngobrol, kasih barang, jangan diambil," ujar dia. 

    Begitu pula bila ditawari makanan atau minuman oleh orang yang tidak dikenal.

    Dia mengatakan, lebih baik menolak daripada berisiko menyantap makanan atau minuman yang sudah dibubuhi obat bius.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.