Ganti Rugi Tak Dibayar, Warga Ancam Blokir Tol JORR-Ceger  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penertiban rumah warga yang tinggal di sekitar Terminal Pulogebang, Jakarta, (30/12). Lahan yang ditertibkan akan digunakan sebagai jalan penghubung antara Terminal Pulogebang dengan JORR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Penertiban rumah warga yang tinggal di sekitar Terminal Pulogebang, Jakarta, (30/12). Lahan yang ditertibkan akan digunakan sebagai jalan penghubung antara Terminal Pulogebang dengan JORR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mustafa Rachman, salah seorang warga yang menjadi korban pembebasan tanah untuk dibangun Tol JORR-Ceger mengaku warga sudah kehilangan kesabaran menunggu pembayaran ganti rugi. Karena itu, kata Mustafa, warga berencana memblokir jalan tol tersebut di Km 33, jika uang ganti rugi lahan sebesar Rp 13 miliar tidak dicairkan Jasa Marga.

    “Ada 3 ribu orang yang akan turun nanti. Soal waktunya, bisa sewaktu-waktu, setengah jam lagi, sejam lagi, atau besok. Yang jelas, kita udah siap,” ujar Sukur (33), putra dari Mustafa Rachman saat dihubungi Tempo, Selasa, 14 Juli 2015.

    Sukur mengaku, warga amat geram dengan ulah Jasa Marga yang sampai saat ini belum membayar uang ganti rugi lahan. “Ini sudah lebih dari 10 tahun, mereka pasti untung banyak. Kalau buat bayar aja, waktunya diulur-ulur, kan kita yang rugi,” tambahnya.

    Menurut sejumlah media, pembebasan tanah untuk jalan tol JORR seluas 6.670 meter persegi itu disepakati Mustafa dan pihak Jasa Marga pada  2003 silam. Namun, hingga 2014, uang pembayaran ganti rugi lahan tidak kunjung dibayarkan.

    DIAH HARNI SAPUTRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.