Kemenhub: Ini 4 Indikator Keberhasilan Arus Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota kepolisian mengatur lalu lintas di Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 11 Juli 2015. Untuk mengurai kemacetan di pintu tol Palimanan, sebagian kendaraan pemudik dialihkan melalui pintu tol Kadipaten-Majalengka dan langsung menuju jalur Pantura Cirebon. ANTARA/Dedhez Anggara

    Seorang anggota kepolisian mengatur lalu lintas di Tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, 11 Juli 2015. Untuk mengurai kemacetan di pintu tol Palimanan, sebagian kendaraan pemudik dialihkan melalui pintu tol Kadipaten-Majalengka dan langsung menuju jalur Pantura Cirebon. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Bandung - Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan Jalur Darat Cris Kuntadi menilai kondisi arus mudik Lebaran 2015 hingga H-3 terpantau sudah sesuai dengan apa yang diharapkan Kementerian Perhubungan dan jajaran pemerintahan lainnya.

    Semua target Kemenhub dalam program pantauan arus mudik Lebaran sudah tercapai," kata Cris, Selasa, 14 Juli 2015. Setidaknya, kata Cris, ada empat indikator yang ditargetkan Kemenhub dalam pencapaian kesuksesan arus mudik sekarang.

    "Pertama, penurunan angka kecelakaan. Kemudian kedua penurunan tingkat kriminalitas, yang ketiga kecepatan, dan yang keempat tentunya masalah penguraian kemacetan," ujar Cris kepada wartawan di halaman kantor Polsek Cagak, Nagreg, Kabupaten Bandung.

    Menurut Cris, program pantauan Kemenhub itu sudah dilaksanakan dari mulai 2 hingga 27 Juli 2015. Namun yang menjadi titik fokus pemantauan itu, yakni pada H-7 hingga H+7, di mana selama kurun waktu 15 hari Kemenhub akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pengarahan dan masukan kepada jajaran petugas pengamanan di lapangan kala berlangsungnya musim mudik.

    "Pelebaran jangkauan ini memang yang kami harapkan. Kami cek apakah rekayasa-rekayasa lalu lintas itu apakah sudah berjalan atau belum," katanya.

    Untuk jalur utara, ucap Cris, telah banyak diterapkan sistem rekayasa lalu lintas. Hal itu, terbukti cukup jitu dalam mengurai kemacetan bagi pemudik yang menggunakan jalur utara, terutama di sekitar Tol Cikopo-Palimanan yang kini banyak menjadi sorotan. "Jalur utara saya pikir cukup bagus," ujar dia.

    Meski begitu, kata Cris, terdapat beberapa permasalahan yang mendera jalur utara. Di antaranya biang kemacetan yang disebabkan lamanya transaksi pembayaran biaya Tol Cipali.

    "Tapi memang sudah kita rekomendasikan pada operator tol. Tentunya melalui Kementerian PU supaya mereka menyediakan dan menambah personel untuk penukaran uang," katanya.

    Adapun untuk jalur selatan, kata Cris, arus mudik hingga H-3 terpantau ramai lancar. "Jalur selatan belum kelihatan ada masalah," katanya. Hal ini disebabkan karena pemudik lebih memilih jalur utara via Tol Cipali. Terutama bagi pemudik yang menggunakan roda empat, otomatis kebanyakan menggunakan Tol Cipali dengan asumsi waktu tempuh tol dengan panjang sekitar 116,75 kilometer itu cenderung lebih singkat.

    AMINUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.