Mendekati Lebaran, Konsumsi Solar Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) duduk di tempat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang habis di SPBU Tamanan Kota Kediri, Jawa Timur, 25 Agustus 2014.  SPBU di wilayah Kota Kediri kehabisan BBM Jenis Solar sejak Ahad (24/8). ANTARA/Rudi Mulya

    Seorang pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) duduk di tempat pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang habis di SPBU Tamanan Kota Kediri, Jawa Timur, 25 Agustus 2014. SPBU di wilayah Kota Kediri kehabisan BBM Jenis Solar sejak Ahad (24/8). ANTARA/Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng memastikan tak ada masalah dalam pasokan dan distribusi bahan bakar minyak menjelang Lebaran ini. "Aman, tidak ada masalah," ujar Andi di kantornya, Selasa, 14 Juli 2015.

    Andi menjelaskan, tingkat konsumsi Premium menjelang Lebaran meningkat 18 persen daripada rata-rata harian 70 ribu kiloliter. "Lebaran ini, konsumsi bisa mencapai 83 ribu kiloliter per hari." 

    Sedangkan kebutuhan solar menurun 11 persen dari rata-rata harian 37 ribu kiloliter menjadi 33 ribu kiloliter. Penurunan tersebut, kata Andi, terjadi akibat beralihnya pasar dari solar ke Premium. "Karena harganya tidak berbeda jauh," ujarnya.

    Karena itu, kata Andi, pihaknya bekerja sama dengan Pertamina untuk menyiapkan langkah antisipasi konsumsi Premium dengan menukar tangki pendam di terminal BBM. "Switching tangki pendam di SPBU dari solar ke Premium." 

    Menurut Andi, Pertamina, juga akan menambah mobil tangki yang stand by di titik-titik rawan kemacetan, seperti di jalur Pantai Utara. Juga menyiapkan jalur contraflow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tangki Pertamina akibat kemacetan. "Pertamina juga akan menjual bensin Pertamax kaleng," katanya.

    Andi menambahkan, tak ada persoalan yang perlu dikhawatirkan dalam kaitan dengan distribusi BBM. Sebab semua langkah antisipasi sudah diambil baik oleh BPH Migas maupun Pertamina sebagai operator penyalur BBM.

    DEVY ERNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.