Indonesia Kurangi Kuota Impor Sapi, Ini Respons Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat sapi impor  Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/10). ANTARA/Wahyu Putro A

    Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat sapi impor Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/10). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COCanberra - Industri ternak Australia bakal terganggu dengan keputusan Indonesia yang akan memangkas kuota impor sapi hidup.  Sebab, Indonesia merupakan pasar ekspor ternak hidup terbesar Negeri Kanguru itu. 

    Indonesia hanya akan mengimpor sapi Australia sekitar 50 ribu pada Juli hingga September mendatang. Adapun pemerintah Australia berharap, sesuai perhitungan mereka, Indonesia akan mengimpor sekitar 200 ribu ekor sapi pada bulan-bulan itu. 

    Dewan Eksportir Peternakan Australia (ALEC) menyatakan keputusan Indonesia itu sangat mengejutkan sekaligus mengecewakan. Sejumlah media Australia berspekulasi bahwa keputusan Indonesia mengurangi impor sapi tersebut dilakukan karena hubungan kedua negara yang kurang harmonis belakangan ini.

    Namun Kepala Kantor Dewan Eksekutif Alison Penfold membantah pemberitaan media lokal itu. "Sama sekali tidak. Saya tahu ada beberapa saran di media hari ini, dan saya kecewa (beberapa orang) telah memutuskan untuk mengangkat persoalan politik," kata Penfold kepada BBC.

    Sebagaimana dimuat BBC, pemotongan impor hewan tersebut diduga terjadi di tengah ketegangan politik di antara kedua negara selama para pencari suaka berangkat dengan perahu Indonesia menuju Australia. Juga, awal tahun ini, Indonesia mengabaikan permintaan pemerintah Australia untuk memberikan grasi kepada dua pengedar narkoba asal Australia yang dihukum mati.

    Pihak oposisi pemerintah Australia sendiri, melalui Joel Fitzgibbon, menegaskan bahwa keputusan pemerintah Indonesia itu merupakan refleksi dari hubungan tegang di antara kedua negara. "Tentu saja kerusakan hubungan pemerintah Abbott dengan Indonesia itu tidak akan membantu sama sekali," ujar Fitzgibbon kepada Australian Broadcasting Corp.

    Fitzgibbon mengatakan terlalu dini untuk mengatakan apakah eksportir akan menemukan pasar lain untuk ternak mereka. Dan tidak berpikir bahwa setiap gebrakan pemerintah Australia akan membawa perubahan yang berarti.

    Juru bicara Kementerian Pertanian Australia, Barnaby Joyce, mengatakan kepada media lokal, meski kecewa, pemerintah Australia menghormati hak Indonesia yang memangkas kuota impor.

    BBC.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.