Berikut 5 Sukses Satoru Iwata Besarkan Nintendo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Nintendo Co. Satoru Iwata.  AP/Shuji Kajiyama

    Presiden Nintendo Co. Satoru Iwata. AP/Shuji Kajiyama

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Nintendo Satoru Iwata meninggal karena tumor saluran empedu pada Sabtu lalu. Di bawah kepemimpinannya, ia berhasil merilis beberapa produk yang menjadi tren di pasaran, seperti Nintendo 3DS dan Wii.

    Lulus dari Tokyo Institute of Technology, pada 2000 Iwata bergabung dengan Nintendo. Dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa, 14 Juli 2015, berikut lima highlights dari karier pria yang lahir pada 6 Desember 1959 tersebut.

    1. Presiden perusahaan pertama di luar garis Keluarga Yamauchi
    Iwata berhasil membangun Nintendo dari perusahaan pembuat permainan kartu menjadi perusahaan permainan video berkekuatan global. Pengangkatannya menjadi presiden kala itu juga menandai pergeseran manajemen yang lebih muda dalam perusahaan. Di tengah persaingannya dengan PlayStation dari Sony yang mengusung teknologi, Iwata justru mengambil pendekatan yang berbeda dari kompetitornya tersebut.

    "Apa yang kami cari adalah bukan teknologi generasi berikutnya, tapi permainan untuk generasi berikutnya," katanya pada Juni 2004.

    2. Memperkenalkan Nintendo DS
    Di bawah Iwata, perusahaan merilis mesin permainan portable Nintendo DS dan 3DS. Permainan yang menjadi populer pada perangkat itu pun tidak bergantung pada grafis terbaru atau teknologi mutakhir.

    Video game terkenal Jepang tidak menampilkan permainan balapan atau tembak-menembak, seperti video game milik Amerika. Nintendo hanya memberikan sekelompok kata dan masalah matematika yang berjudul Brain Age: Train Your Brain in Minutes a Day.

    Ide tersebut didapat Iwata ketika membaca buku seorang neuroscientist Jepang yang menjelaskan bagaimana untuk menjaga pikiran agar tetap tajam dengan masalah matematika yang sederhana.

    3. Wii menjadi Tren
    Nintendo Wii menjadi penjualan konsol terpanas ketika dirilis pada 2006. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, konsol itu memiliki pengendali motion-sensitive yang memperkenalkan cara baru untuk menikmati permainan di rumah.

    4. Popularitas perusahaan turun setelah 2008
    Perusahaan memperluas pasar permainan dengan merilis produk yang ditujukan untuk pemain kasual. Namun pada 2009 Nintendo melihat penurunan penjualan yang terjadi sebagai akibat ketertarikan pemain kasual mulai berkurang. Pemain kasual umumnya tidak mencari permainan ekstra, tapi cenderung memainkan judul yang sama berulang-ulang.

    5. Strategi Bergeser ke Mobile Games
    Pada Maret 2015, Iwata mengumumkan Nintendo merambah permainan untuk ponsel pintar. Bermitra dengan DeNA, penyedia games asal Jepang, kerja sama itu termasuk pertukaran kepemilikan saham di antara keduanya.

    Selain itu, baru-baru ini Nintendo juga mengatakan telah membuat kesepakatan dengan Universal Parks & Resorts, operator dari taman bermain Universal Studio, untuk menciptakan pengalaman mendalam dari karakter game Nintendo.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?