Bandara Ngurah Rai Kembali Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga negara asing menunggu informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015.  ANTARA/Nyoman Budhiana

    Seorang warga negara asing menunggu informasi keberangkatan penerbangannya setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 10 Juli 2015. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.COJakarta - Bandar udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kembali ditutup pada Ahad, 12 Juli 2015 pada sekitar 09.30. Seperti sebelumnya, penutupan dilakukan akibat Bandara terkena dampak abu vulkanis Gunung Raung di Jawa Timur yang tengah aktif.

    "Debu vulkanis dari erupsi Gunung Raung menyebar dan melingkupi Bandara," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, dalam keterangan pers yang diterima pada Ahad siang. Sabtu kemarin, Bandara tersebut sempat dibuka pada pukul 12.00.

    Penutupan ini, kata Barata, dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor 1423/15 yang sementara ini diberlakukan sampai pukul 16.00 Wita.

    Selain Ngurah Rai, Bandara Belimbingsari, Banyuwangi, juga masih dinyatakan ditutup berdasarkan Notam Nomor 0523/15 mulai pukul 07.10 sampai pukul 13.10 WIB 

    Notam penutupan bandara-bandara ini akan terus diperbarui menyesuaikan dengan kondisi atas perkembangan penyebaran debu vulkanis terkait dengan aktivitas Gunung Raung. 

    "Untuk mengantisipasi perpindahan ke moda lain, Kementerian Perhubungan telah meminta operator untuk melakukan penambahan kereta api dari Surabaya ke Banyuwangi," ujar Barata. Penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk dan penyeberangan Padang Bai-Lembar juga ditambah."

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.